PUJON – Kecamatan Pujon kembali diterjang longsor. Setelah Tembok Penahan Tanah (TPT) sepanjang 25 meter di Dusun Tretes, Desa Bendosari ambrol pada Selasa malam (14/1), keesokan harinya melanda Dusun Talasan, Desa Suko Mulyo.
Area terdampak lebih panjang dan material longsor juga menutupi separo ruas jalan. Padahal beberapa hari sebelumnya di lokasi tersebut juga terjadi longsor.
”Longsoran kali ini lebih besar dengan ukuran tebing sepanjang 30 meter dan lebar 10 meter,” ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang Sadono Irawan kemarin (15/1).
Baca Juga: Jalur Utama Malang Kediri di Kabupaten Malang Longsor Lagi
Dia mengatakan, ketebalan material longsor yang menutup jalan mencapai tiga meter. Untuk itu butuh waktu mengeksekusi hingga tiga jam. Petugas membersihkan material longsor pada malam hari dan menggunakan alat berat.
”Pembersihan membutuhkan waktu lama karena kondisi masih hujan dan penerangan yang minim,” terangnya.
Lalu lintas kembali normal pukul 21.30. Penyebab utama longsor masih sama dengan peristiwa sebelumnya, yaitu intensitas hujan yang tinggi sejak sore hari. Namun tingkat kerawanan longsor lebih tinggi karena posisi tebing sudah pernah longsor.
Baca Juga: Potensi Longsor Susulan di Tiga Titik Kabupaten Malang
Sejak awal Januari lalu, BPBD mencatat total ada tiga titik longsor di sepanjang jalur Malang-Kediri. Yaitu di Dusun Ngeprih dan Dusun Tretes, Desa Bendosari serta Dusun Talasan, Desa Suko Mulyo.
Meski jalur sudah bisa dilintasi, BPBD mengimbau masyarakat untuk terus berhati-hati. “Sebab diperkirakan cuaca ekstrem yang mengundang bencana hidrometeorologi bakal terus berlanjut hingga Maret depan,” lanjut Sadono.
Dia mengatakan, tidak menutup kemungkinan titik longsor bakal terus bertambah. Apalagi melihat kontur tanah yang cenderung gembur pada tebing di jalur Malang-Kediri. Ketika hujan turun deras, dia mengatakan, sebaiknya masyarakat tidak melintasi jalanan rawan longsor itu. (aff/dan)
Editor : Aditya Novrian