Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

3.561 Orang di Kabupaten Malang Belum Kebagian MBG

Mahmudan • Sabtu, 17 Januari 2026 | 10:10 WIB
Ilustrasi MBG
Ilustrasi MBG

KEPANJEN – Masih banyak warga Bumi Kanjuruhan yang belum merasakan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Untuk kalangan non-pelajar seperti ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita di bawah dua tahun (baduta) masih ada 3.561 jiwa yang belum kebagian.

Berdasar Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 83 Tahun 2024 tentang Badan Gizi Nasional (BGN), penerima MBG tidak hanya kalangan pelajar. Tapi juga ibu hamil, ibu menyusui, dan baduta. Tahun ini, di Kabupaten Malang 13.338 orang kelompok 3B yang masuk daftar sasaran penerima MBG. Terdiri atas 1.242 ibu hamil, 2.404 ibu menyusui, dan 9.692 baduta.

Namun, kelompok 3B yang menerima MBG baru 9.777 orang. Terdiri atas 896 ibu hamil, 1.805 ibu menyusui, dan 7.076 baduta. Hal itu diketahui dari data Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Malang.

“Kelompok 3B yang belum menerima MBG tersebut ada beberapa faktor. Salah satunya karena SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) belum beroperasi,” ucap Kepala DPPKB Kabupaten Malang Aniswaty Aziz kemarin (16/1) kepada Jawa Pos Radar Malang.

SPPG yang belum beroperasi tersebut antara lain SPPG Malang Gedangan, SPPG Randuagung 3 Singosari, SPPG Watugede Singosari, SPPG Tamanharjo 2 Singosari, dan SPPG Toyomarto Singosari. Selain itu, dia melanjutkan, juga ada SPPG yang baru memberikan kepada pelajar. Di antaranya SPPG Malang Lawang Srigading, SPPG Sumberagung 1 Ngantang, SPPG Klampok Singosari, dan SPPG Gunungrejo Singasari.

Dia menyebutkan, pendistribusian MBG untuk kelompok 3B memanfaatkan kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang selama ini mendampingi empat sasaran penerima layanan posyandu. Yakni calon pengantin, ibu hamil, ibu pasca-salin, dan baduta. “TPK ini bekerja optimal. Selain mendampingi mereka, juga membantu sasaran mendapatkan MBG,” kata pejabat eselon II B Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang itu.

Dengan adanya MBG untuk kelompok 3B, Anis berharap, mereka mendapatkan asupan gizi seimbang. Sehingga ketika melahirkan, anak juga sehat. Selain itu, juga untuk mengurangi angka kematian ibu melahirkan dan bayi. Namun, menurutnya penerapannya masih perlu diperbaiki.

“Sasarannya masih banyak yang belum mendapatkan manfaat. Seharusnya ibu pasca-salin juga membutuhkan makanan bergizi,” kata dia.

Salah satu SPPG yang sudah menyalurkan MBG untuk kelompok 3B adalah SPPG Lanud Abdulrachman Saleh. Distribusi MBG tersebut disalurkan melalui lima posyandu di sekitar Lanud Abd. Saleh. Penerimanya sebanyak 211 jiwa. Dengan rincian, sembilan ibu hamil, 68 ibu menyusui, dan 134 baduta menjadi penerima manfaat dari kegiatan ini. Penyaluran tersebut dilakukan sejak Juni 2025 lalu dan dilaksanakan secara berkelanjutan.

Tidak ada syarat khusus untuk menerima MBG. Asalkan masih berada dalam radius jangkauan SPPG dan termasuk dalam daftar penerima, maka orang tersebut dapat menerimanya. Budget yang ditentukan pun sama dengan MBG untuk pelajar.

Untuk ibu hamil dan ibu menyusui mendapat budget Rp 10.000 per porsi dan baduta Rp 8.000 per porsi. Sementara itu, satu SPPG akan melayani maksimal 3.500 masyarakat dengan radius maksimal 4 kilometer dari lokasinya. (yun/dan)

Editor : Mahmudan
#Mbg #sekolah #Pendidikan Malang