KALIPARE – Setelah ambruk pekan lalu (11/1), atap SDN 4 Sukowilangun mulai diperbaiki. Kemarin (20/1), mulai wali murid, pemerintah desa (pemdes) hingga pejabat eselon II membersihkan puing-puing di area sekolah.
Pengamatan Jawa Pos Radar Kanjuruhan, mereka gotong royong menurunkan genteng terlebih dahulu. Bupati Malang H M. Sanusi yang hadir di lokasi juga ikut kerja bakti.
“Setelah area sekolah dibersihkan dan persyaratan administrasi terpenuhi, pembangunan segera dilakukan oleh DPKPCK (Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya),” ujar Sanusi di sela meninjau lokasi.
”Nantinya kami bangun menggunakan dana APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) Kabupaten Malang,” imbuh orang nomor satu di Pemkab Malang itu. Gotong royong tersebut sebagai upaya menekan biaya pemugaran pasca-ambruknya bangunan sekolah di Dusun Sukorejo, Desa Sukowilangun, Kalipare itu.
Dia menegaskan, pembangunan kembali SDN tersebut menjadi prioritas dan harus segera diselesaikan. ”Kami berkomitmen mempercepat seluruh tahap pembangunan, mulai dari pembersihan lokasi, kelengkapan administrasi, hingga pelaksanaan pembangunan fisik sekolah,” imbuh Sanusi.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Malang Bagus Sulistyawan menyampaikan, pembersihan puing-puing atap tersebut dibantu oleh 400 orang. Mulai wali murid, Pemerintah Desa (Pemdes) Sukowilangun, forum koordinasi pimpinan kecamatan (forkopimcam), hingga seluruh Perangkat Daerah (PD) di Pemkab Malang.
“Ini sebagai langkah awal sebelum perbaikan oleh PD teknis dilakukan,” kata dia. Dia mengatakan, kerja bakti merupakan wujud nyata bahwa pendidikan menjadi urusan bersama. Selain itu, menjadi komitmen pemkab yang bertanggung jawab untuk memperbaiki sarana prasarana (sarpras) pendidikan yang membahayakan.
Perbaikan tersebut juga menjadi evaluasi menyeluruh terhadap pemetaan kondisi sarpras sekolah. ”Wilayah Kabupaten Malang kan luas. Jadi kami perlu melakukan pemetaan untuk sekolah-sekolah yang membutuhkan perbaikan.
Kami mengutamakan yang prioritas, misalnya yang sudah berisiko tinggi,” kata dia. Dia juga memastikan bahwa siswa-siswi di sekolah tersebut tetap terlindungi selama proses belajar mengajar. (yun/dan)
Editor : Aditya Novrian