KEPANJEN – Berbagai kawasan di Bumi Kanjuruhan dilanda bencana alam berkali-kali. Setelah Pujon dihantam longsor belasan kali dalam sepekan, kemarin (23/1) angin puting beliung mengamuk di Kepanjen. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mencatat empat rumah rusak diterpa angin kencang. Semua berada di Kelurahan Cepokomulyo dengan kerusakan mayoritas di bagian atap.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (KL) BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan mengatakan, angin kencang terjadi sekitar pukul 11.30. Tepatnya di RT 26, RW 3, Kelurahan Cepokomulyo. Angin menerpa dalam keadaan cerah dan tanpa hujan. “Rumah bu Siti atapnya terempas, rumah Pak Yudi gentingnya rusak, rumah pak Miko dan Huri tertimpa galvalum,” ujar Sadono kemarin.
Sekitar pukul 14.00, tim BPBD langsung meluncur ke lokasi kejadian untuk melakukan peninjauan. Sadono menyebut walau rumahnya rusak, para pemilik rumah atau keluarganya tidak ada yang mengungsi. “Sudah kami beri bantuan berupa terpal untuk menutup sementara bagian yang rusak,” kata dia.
Dia mengatakan, cuaca ekstrem melanda Kabupaten Malang dalam beberapa hari terakhir. Pada Rabu (21/1) lalu, dia menyebut, Pujon, Ngantang, dan Kasembon dilanda bencana banjir dan longsor. Total 12 rumah terdampak. Ada yang rusak akibat diterjang material longsor, ada pula terendam banjir.
Selain rumah dan ruas jalan, longsor juga berdampak ke sektor wisata. Wahana di Pemandian Dewi Sri di Desa Ngroto, Kecamatan Pujon tak bisa dipakai akibat longsor. “Dua kolam tertutup lumpur karena luapan sungai Konto. Saluran drainase juga mengalami kerusakan akibat banjir itu,” sebut Sadono.
Hingga kemarin, warga dan aparat bersih-bersih di lokasi terdampak bencana. BPBD, damkar, PMI, muspika tiga kecamatan, dan dinas pekerjaan umum bina marga (DPUBM), baik Kabupaten Malang maupun Jawa Timur turun untuk melakukan pembersihan. “Siangnya sudah selesai semua. Tapi kami sekalian monitoring lokasi-lokasi terdampak,” kata dia. (biy/dan)
Disunting kembali oleh: Satya Eka Pangestu
Editor : Aditya Novrian