KABUPATEN – Gempa bumi berkekuatan 5,5 Skala Richter (SR) yang berpusat di Pacitan, Jawa Timur, berdampak hingga wilayah Kabupaten Malang. Dua rumah warga di Dusun Tamban, Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, dilaporkan mengalami kerusakan akibat guncangan gempa yang terjadi pada Selasa pagi (27/1).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mencatat laporan kerusakan masuk sekitar pukul 11.00 WIB, sementara gempa terjadi sekitar pukul 08.20 WIB. Dua rumah yang terdampak berada di RT 11 RW 04 Dusun Tamban.
Baca Juga: Lima Kereta Relasi Malang Sempat Berhenti akibat Gempa
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, menjelaskan kerusakan yang terjadi tergolong ringan. Rumah milik Susana mengalami kerusakan pada tembok samping hingga jebol, sementara rumah milik Yuwinanto mengalami retakan pada bagian tembok samping rumah.
“Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka. Saat ini kami masih melakukan pendataan dan penghitungan kerugian material,” ujar Sadono.
Baca Juga: Gempa Magnitudo 5,5 Guncang Pacitan, Getaran Terasa hingga Malang Raya
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas III Malang memastikan gempa Pacitan tersebut tidak berpotensi tsunami. Kepala Stasiun Geofisika BMKG Malang, Mamuri, menyebut gempa ini termasuk jenis gempa menengah yang disebabkan aktivitas deformasi batuan di dalam lempeng bumi.
Gempa dirasakan di sejumlah wilayah Jawa Timur dan sekitarnya. Di Pacitan, Karangkates Kabupaten Malang, dan Tulungagung, gempa dirasakan dengan intensitas III hingga IV MMI. Sementara di Malang, Nganjuk, Ponorogo, dan Blitar, intensitas gempa berada pada skala III MMI atau dirasakan nyata di dalam rumah seperti ada kendaraan berat melintas.
BMKG juga menanggapi isu ancaman gempa megathrust di wilayah selatan Pulau Jawa, termasuk Malang. Mamuri menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada teknologi yang dapat memprediksi waktu terjadinya gempa bumi secara pasti.
“Kami hanya bisa mendeteksi gempa setelah terjadi. Masyarakat diimbau tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari BMKG,” pungkasnya. (yun/biy/dan)
Editor : Aditya Novrian