KABUPATEN- Anggota DPRD Kabupaten Malang Zia’ul Haq resmi menjabat Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Malang periode 2026-2030. Kepastian tersebut diperoleh secara aklamasi dalam Musyawarah Kabupaten (Muskab) IPSI Kabupaten Malang pada Sabtu (31/1) lalu. Sebelumnya, dia diisukan bakal mendaftar sebagai calon ketua KONI Kabupaten Malang.
Dari total 26 perguruan pencak silat anggota IPSI Kabupaten Malang, 24 perguruan di antaranya hadir dalam Muskab kemarin. Mereka menyatakan sepakat memilih Zia sebagai ketua. Kesempatan tersebut juga turut disaksikan langsung oleh Pengprov IPSI Jawa Timur. ”Ini tugas baru, tugas besar, tidak ada fokus lain selain meningkatkan prestasi. Untuk meningkatkan prestasi, tentu banyak yang harus dilakukan. Seperti manajemen organisasi dan lainnya,” kata Zia yang merangkap Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Malang itu.
Menurutnya, pemilihannya sebagai ketua IPSI Kabupaten Malang bukan hanya seremonial. Namun, melekat tugas dalam meningkatkan prestasi pada geliat keolahragaan. Utamanya cabor pencak silat. ”Bukan sekadar siapa yang ditunjuk sebagai ketua. Saya rasa siapa saja yang mendapat amanah menjadi ketua, tentu akan memikirkan hal serupa, termasuk saya. Hanya saja mungkin ada perbedaan dalam caranya saja,” imbuhnya
Selain itu menurutnya, upaya meningkatkan prestasi dalam bidang olahraga bukan menjadi tanggung jawab sektoral saja. Kolaborasi lintas sektor juga tak salah untuk mulai diformulasikan dan dijalankan. Pihaknya tidak hanya bertumpu pada dana hibah untuk peningkatan prestasi atlet. Terdapat beberapa skema yang dapat dijalankan. Salah satunya berkolaborasi dengan swasta dengan memanfaatkan corporate social responsibility (CSR) untuk pembinaan atlet hingga menggelar kejuaraan.
Selama periode kepemimpinannya sebagai Ketua IPSI Kabupaten Malang hingga 2030 mendatang, dia berencana akan kembali mengaktifkan berbagai pusat pelatihan (puslat). ”Penjaringan bibit (atlet) itu harus kami masifkan. Salah satunya dengan mengaktifkan dan mengoptimalkan pemusatan latihan (puslat). Sehingga, pembinaan dilakukan secara merata, baik dari sisi keorganisasian atau teknis keolahragaan secara langsung melalui puslat,” kata dia. (yun/gp)
Editor : Aditya Novrian