KEPANJEN – Setelah lebih dari satu dekade tak berkembang optimal dan terus mencatatkan kerugian, Kawasan Wisata Songgoriti akhirnya bersiap bangkit. Perumda (PD) Jasa Yasa memastikan pengembangan kawasan wisata bersejarah di Kota Batu itu kembali dilakukan tahun ini, seiring dibukanya kembali perizinan dan masuknya investor swasta.
Direktur Utama Perumda Jasa Yasa R. Djoni Sudjatmiko mengungkapkan, sejak 2014 pengelolaan Songgoriti tak pernah benar-benar memberikan hasil positif. Kerugian yang terjadi setiap tahun membuat operasional kawasan wisata tersebut dihentikan pada 2023. Kerja sama dengan pihak ketiga pun resmi diputus pada 2024. Sejak saat itu, Songgoriti diambil alih kembali oleh Perumda Jasa Yasa, meski belum dioperasikan.
”Kalau dipaksakan jalan, tetap rugi. Karena itu kami mencari mitra swasta yang serius mengembangkan kawasan ini. Tapi mereka mensyaratkan perizinan harus jelas,” ujar Djoni.
Menurutnya, persoalan utama yang selama ini menghambat pengembangan Songgoriti adalah mandeknya perizinan. Kondisi tersebut membuat investor enggan masuk. Untuk mengurai persoalan itu, Perumda Jasa Yasa melakukan pendekatan dengan Pemerintah Kota Batu. Diskusi intensif dilakukan hingga akhirnya tercapai kesepakatan pada Desember 2025.
Kesepakatan tersebut membuka jalan bagi pengembangan kawasan wisata seluas 4,3 hektare itu, dengan catatan masyarakat sekitar tetap dilibatkan. ”Kami duduk bersama pemkot dan sepakat Songgoriti harus dikembangkan, tapi warga sekitar juga harus mendapat ruang,” kata Djoni.
Awal 2026, perizinan pengembangan Songgoriti mulai dibuka kembali. Berbeda dengan sebelumnya yang hanya dikelola satu perusahaan, kali ini Perumda Jasa Yasa membuka peluang kerja sama dengan beberapa investor sekaligus. Saat ini, dua perusahaan telah menyatakan komitmennya.
Salah satunya adalah Songgoriti Hot Spring yang sudah mulai beroperasi mengelola pemandian air panas di lahan seluas sekitar 2.349 meter persegi. Sementara satu perusahaan lain, PT Ngalam Kane, masih dalam proses pengurusan izin. Perusahaan tersebut berencana mengembangkan fasilitas lapangan padel dan restoran.
Selain menggandeng swasta, Perumda Jasa Yasa juga menyiapkan investasi sendiri sebesar Rp 640 juta. Dana tersebut akan digunakan untuk pengembangan area air panas seluas 8.000 meter persegi serta area pasar seluas 3.000 meter persegi. Namun, detail konsep pengembangannya masih dirahasiakan. ”Biar jadi kejutan. Insya Allah pertengahan tahun ini sudah mulai terlihat perubahannya,” ujarnya.
Pengembangan kawasan Songgoriti ditargetkan rampung pada akhir 2026 dan dilakukan secara bertahap. Tahap awal difokuskan pada pengembangan area pemandian air panas untuk menarik kembali kunjungan wisatawan. Setelah kawasan mulai ramai, pengembangan pasar akan dilakukan sebagai tahap akhir, dengan melibatkan UMKM lokal guna mendorong perekonomian masyarakat sekitar. (yun/adn)
Editor : Aditya Novrian