PAGELARAN – Di tengah isu dominasi sampah organik hingga 60 persen, warga Desa Kanigoro, Kecamatan Pagelaran punya inovasi khusus. Inovasi tersebut merupakan kolaborasi antara PT Ekamas Fortuna dengan Pemdes Kanigoro, Dinas Perikanan Kabupaten Malang dan BUMDes Jaya Lestari.
Afif Nur Rohkman, perwakilan Manajemen PT Ekamas Fortuna menjelaskan, inovasi pengolahan sampah organik itu dikembangkan oleh Pokmas Jambegede Maju Jaya Makmur, salah satu binaan CSR PT Ekamas Fortuna sejak 2023.
Sering kali, setelah dibuang sampah organik tidak ada pengelolaan lebih lanjut. Pembusukan sampah organik dapat melepaskan gas metana yang 25 kali lebih merusak atmosfer dibanding karbon dioksida, serta menghasilkan air lindi yang mengancam kemurnian air tanah.
Sebagai upaya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus pemberdayaan masyarakat, pada 30 Januari 2026 CSR PT Ekamas Fortuna menyalurkan dua set mesin pelet dan pengolah sampah sisa makanan menjadi pakan lele bentuk pelet apung.
Inovasi itu sekaligus menghasilkan pakan ternak unggas. Sasaran pelatih bantuan itu adalah pembudidaya, nelayan ikan air tawar, dan para peternak. Selain itu, PT Ekamas Fortuna juga memberikan 4 ribu ekor benih lele dan 20 unggas.
Dampak positif dari kegiatan itu yakni lingkungan yang lebih sehat karena berkurangnya beban sampah ke tempat pembuangan akhir (TPA). Dukungan teknis dan pelatihan turut diberikan Dinas Perikanan Kabupaten Malang kepada kelompok masyarakat. Itu sejalan dengan prinsip pemberdayaan masyarakat.
Sementara itu, Kabid Pemberdayaan Nelayan Kecil (PEMPI) Dinas Perikanan Kabupaten Malang Dandi Oktiandi berharap pelatihan yang diberikan PT Ekamas itu bermanfaat bagi warga penerima bantuan. ”Harapannya semoga bisa dipelihara dengan baik dan menjaga kualitas air. Semua yang dapat dikelola dengan baik,” ujar dia. (biy/by)
Editor : Aditya Novrian