Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

DPUBM Terapkan Sistem GIS dan PKRMS Infrastruktur Jalan

I
Penulis: Indah Mei Yunita❯
Ilustrasi proyek pengaspalan jalan.
Ilustrasi proyek pengaspalan jalan.

Advertisement

KEPANJEN, RADAR MALANG – Pembangunan infrastruktur di Kabupaten Malang bakal menggunakan konsep baru, yakni koridor terpadu. Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang yakin konsep tersebut akan membuat pembangunan lebih efisien dan terarah.

Kepala DPUBM Kabupaten Malang Khairul Isnaidi Kusuma memaparkan, gagasan tersebut diterapkan untuk mendongkrak perekonomian. Jalur selatan dipilih menjadi prioritas karena dinilai memiliki potensi ekonomi yang sangat besar. Mulai sektor perkebunan hingga perikanan.

“Konsep perencanaan ini sebagai langkah awal (jangka pendek) yang akan kami kembangkan melalui anggaran rutin yang sudah ada. Sistemnya menggunakan teknologi GIS (Geographic Information System) dan PKRMS (Provincial - Kabupaten Roadmaps System),” ujar pria yang akrab disapa O’ong itu.

Advertisement

Sedangkan aspal menggunakan material berteknologi baru. Yakni cold mix atau aspal dingin untuk menutup dan meratakan jalan serta asbuton dan slurry seal untuk pemeliharaan jalan.

“Konsep perencanaan terintegrasi ini akan kami sampaikan ke Bappenas dan Kementerian PU untuk menjadi syarat tambahan yang bernilai plus dibanding daerah-daerah lain,” imbuhnya.

Dengan sistem tersebut, dia berharap anggaran dari Pemerintah Pusat maupun Pemprov Jatim bisa turun ke Kabupaten Malang. Melalui perencanaan terintegrasi, pihaknya membuat konsep koridor terpadu supaya pekerjaan fokus tuntas. Artinya, proyek-proyek harus memperhatikan lokasi prioritas (lokpri). Misalnya ada lokpri ketahanan pangan, maka pemkab akan menyasar penanganan infrastruktur di titik tersebut. Mulai jalan desa, jalan kabupaten, termasuk bantuan dari pemerintah pusat seperti inpres jalan daerah (IJD).

Advertisement

“Ruas yang menjadi pilot project adalah Jalan Kepanjen-Pagak. Jalan tersebut harus tuntas sampai JLS (Jalur Lintas Selatan). Makanya jalan tersebut kami sasar terlebih dahulu melalui IJD,” ujarnya ditemui beberapa waktu lalu.

Dia menyebut, tahun ini pihaknya mengajukan IJD Rp 60 miliar untuk penanganan Jalan Kepanjen-Pagak. Anggaran tersebut untuk peningkatan kualitas jalan sekaligus pelebaran. Sedangkan kelengkapan drainase akan dipenuhi menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). 

Melalui sistem penanganan infrastruktur yang baru tersebut, pihaknya berkomitmen untuk menghapus pengajuan proyek fisik yang bersifat sporadis atau tidak tuntas secara menyeluruh di satu kawasan. DPUBM bakal menerapkan sistem berbasis zonasi strategis agar anggaran daerah yang terbatas dapat digunakan secara optimal dan berdampak langsung kepada masyarakat. (yun/dan).

Advertisement
Editor : A. Nugroho
Sumber : Radar Malang

Artikel Terkait

Pengaspalan halaman luar Stadion Kanjuruhan Malang Diperkirakan Akan Menghabiskan Dana Rp 1,6 Miliar

Pengaspalan halaman luar Stadion Kanjuruhan Malang Diperkirakan Akan Menghabiskan Dana Rp 1,6 Miliar

Kompleks Stadion Kanjuruhan, Kepanjen terus diperbaiki. Setelah revitalisasi, kini dilakukan pengaspalan area halaman luar. Dibutuhkan dana Rp 1,6 miliar.

Drainase Cepokomulyo Malang Harus Tuntas 150 Hari, Ini Alasannya

Drainase Cepokomulyo Malang Harus Tuntas 150 Hari, Ini Alasannya

Demi mencegah banjir dan macet, Pemkab Malang memperbaiki drainase Jalan Raya Sumedang, Kelurahan Cepokomulyo, Kepanjen. Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang menargetkan pengerjaan rampung dalam 150 h

Tol Malang–Kepanjen Diprediksi Dongkrak Harga Tanah, Kawasan Pakisaji hingga Kepanjen Mulai Dilirik

Tol Malang–Kepanjen Diprediksi Dongkrak Harga Tanah, Kawasan Pakisaji hingga Kepanjen Mulai Dilirik

Rencana pembangunan Tol Malang–Kepanjen diprediksi mendorong kenaikan harga tanah di jalur selatan Kabupaten Malang. Fenomena lonjakan nilai lahan di Madyopuro disebut bisa terulang.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer