KONSER yang berlangsung Minggu malam (1/2) itu mengundang beberapa pihak. Seperti Doni Kiai Kanjeng dan Sabrang Mowo Damar Panuluh atau yang lebih dikenal dengan Noe Letto. Para anggota DPRD Kabupaten Malang turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Koordinator Panitia Jazz Parlemen Zulham Akhmad Mubarrok menyampaikan, ide acara tersebut berawal dari diskusi antara Ketua DPRD Kabupaten Malang Darmadi, Ketua Fraksi PDIP Abdul Qodir, dan dirinya.
Saat itu, mereka memikirkan cara untuk dapat memberi bantuan kepada korban bencana di Aceh dan Sumatera. Diskusi itu mengerucut hingga tercetus untuk menggelar acara musik yang disertai donasi.
Donasi tersebut dapat diberikan melalui barcode yang disediakan panitia. Untuk sementara, donasi yang terkumpul hampir Rp 400 juta dan masih berpotensi bertambah. Penggalangan dana melalui aksi kemanusiaan lainnya masih dibuka hingga sepekan ke depan. Misalnya lewat lelang lukisan dan batik.
“Filosofi jazz ini mirip dengan gerakan politik. Kalau alat musiknya hanya satu, maka tidak akan bisa harmonis. Maka alat musiknya harus disandingkan dengan alat musik lain,” ucap anggota fraksi PDIP itu.
Hal tersebut sama dengan kinerja wakil rakyat, jika hanya bekerja sendiri maka tidak efektif. Sehingga harus bekerja bersama-sama sebagai penghubung komunikasi masyarakat dan pemerintah.
Menurut dia, kehadiran para bintang tamu juga bukan sekadar hiburan. Namun juga menjadi pengingat bahwa hidup layaknya sebuah chord musik. “Tidak selalu mayor, kadang ada minor. Namun saat dipadukan, akan tercipta nada yang indah,” imbuhnya.
Terpisah, Ketua DPRD Kabupaten Malang Darmadi menyampaikan, Jazz Parlemen merupakan konser amal sebagai wujud empati dan kepedulian kepada korban bencana di Aceh dan Sumatera. “Saat ini masih banyak saudara kita, utamanya di Aceh dan Sumatera yang membutuhkan uluran tangan. Baik dari pemerintah maupun sesama masyarakat,” kata dia.
Awalnya, jazz parlemen tersebut akan dimanfaatkan sebagai sarana komunikasi dengan masyarakat melalui kesenian. Sehingga di tengah pertunjukan musik akan diselingi dengan dialog. Ke depan, dia menyebut, akan menggelar dialog langsung bersama masyarakat untuk menampung setiap keluhan. (yun/by)
Editor : Aditya Novrian