KABUPATEN - Pembayaran digital semakin berkembang di Kabupaten Malang. Tiap bulan, Bank Indonesia (BI) Malang mencatat transaksi Quick Response Indonesian Standard (QRIS) mencapai lebih dari Rp 1 miliar. Transaksi itu didominasi dari pelaku UMKM di Kabupaten Malang.
Sepanjang 2025 lalu, terdapat 16,1 juta kali transaksi QRIS di Kabupaten Malang. Dengan nominal transaksi mencapai Rp 1,3 triliun. Angka itu meningkat dua kali lipat dibanding jumlah transaksi pada 2024 lalu. Saat itu, jumlah transaksi QRIS hanya 9,2 juta kali, dengan nominal sekitar Rp 788 miliar.
”Jumlah tenant yang memakai QRIS juga makin meningkat,” ujar Indra Kuspriyadi, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Malang. Saat ini, total ada 636 ribu tenant di wilayah Kota Malang dan Kabupaten Malang. Sebanyak 40 persen dari jumlah tenant itu berada di Kabupaten Malang.
Pemakaian QRIS di Kabupaten Malang memang tak semasif di Kota Malang. Sebab mayoritas penduduknya masih lebih nyaman transaksi memakai uang tunai. Terutama di pasar-pasar tradisional yang populasi tenant pengguna QRIS masih minim.
Baca Juga: Pembayaran Pakai QRIS Makin Diminati Masyarakat
Indra memaparkan, berdasar data laporan tahunan, akhir 2024 jumlah UMKM di Kabupaten Malang mencapai 120 ribu. Hingga tahun 2025 lalu, sudah bertambah sekitar 160 ribu. Mayoritas UMKM berbasis agro seperti hortikultura, kopi, dan ternak.
Karena itu penggunaan QRIS di Kabupaten Malang tak seramai di area perkotaan. Sebab, transaksi yang dijalani cenderung melibatkan nominal besar. Itu menjadi alasan penggunaan QRIS di Kabupaten Malang belum sebesar Kota Malang.
”Apalagi potensi pariwisata juga besar, tapi letaknya di pesisir pantai selatan,” lanjut Indra. Akses sinyal yang kurang lancar menjadikan UMKM di sana lebih mengutamakan transaksi dengan uang tunai. Kendati demikian, pihak BI Malang tetap optimistis penggunaan QRIS bisa merata seiring berkembangnya infrastruktur.
Salah satu UMKM Bakso Lumintu di Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis mengaku sekitar 40 persen pelanggannya memilih membayar dengan QRIS. Itu didominasi anak muda dan pelanggan dari luar kota. ”Saya memakai QRIS karena memberi opsi pada wisatawan yang lewat, kadang ada yang lupa bawa uang tunai,” kata Agus, pedagang Bakso Lumintu. (aff/by)
Disunting Kembali: Diva Ayu Herdianasari
Editor : Aditya Novrian