Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Jalan Rusak di Jalibar Segera Diperbaiki, Perbaikan Sepanjang 1,8 Kilometer Dilakukan Tahun Ini

Aditya Novrian • Senin, 9 Februari 2026 | 15:00 WIB

SEGERA DIPERBAIKI: Salah satu kendaraan melintas di Jalan Lingkar Barat, Kepanjen, Kabupaten Malang, yang berlubang. (Biyan Mudzaky Hanindito/ Radar Kanjuruhan)
SEGERA DIPERBAIKI: Salah satu kendaraan melintas di Jalan Lingkar Barat, Kepanjen, Kabupaten Malang, yang berlubang. (Biyan Mudzaky Hanindito/ Radar Kanjuruhan)

KEPANJEN- Jalan Lingkar Barat (Jalibar) Kepanjen kembali akan diperbaiki tahun ini. Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPBUM) Kabupaten Malang bakal melakukan pemeliharaan jalan yang masuk kategori rusak. Rencananya, jarak total yang diperbaiki sejauh 1,8 kilometer.

Kepala DPUBM Kabupaten Malang Khairul Isnaidi Kusuma mengatakan, Jalibar masuk dalam program prioritas Tri Wulan pertama 2026 ini. Ia menyebut, dalam bulan Januari sampai Maret 2026 ini, ada 22 titik jalan yang harus diperbaiki dengan anggaran total Rp 155,7 miliar. ”Jalibar Kepanjen itu masuk dalam rencana rehabilitasi jalan di awal 2026,” kata dia.

Tapi, belum diketahui berapa anggaran yang disiapkan khusus untuk memperbaiki jalan di Jalibar. Penyebabnya sampai sekarang, progres rehabilitasi jalan utama Malang-Blitar itu masih dalam tahap perencanaan. ”Setelah perencanaan nanti kita lakukan pengadaan melalui e-katalog, setelah itu melakukan kontrak dengan penyedia jasa dan pelaksanaan,” terang Kabid Pemeliharaan DPUBM Kabupaten Malang Kurniawan Wijayanto. 

Meski belum detail, dia memaparkan titik jalan yang diperbaiki adalah sebelah utara atau lajur dari arah Blitar menuju Kota Malang. Lokasinya beberapa meter sebelum rumah makan Warung Lumayan menuju ke jembatan sungai Metro atau Taman Puspa.

Perbaikan yang dilakukan bukan pembangunan ulang dengan mengecor jalan. ”Penanganan (rehabilitasi) Jalibar rencananya dimulai di STA. 2+900 sampai 3+700 adalah overlay (pelapisan aspal) AC-WC. Cara penanganan ini sama dengan yang kami lakukan tahun lalu, tapi beda titik saja,” sebut pria kerap disapa Wawan itu. 

Diketahui, penanganan serupa juga dilakukan pada Februari 2025 lalu. Dengan anggaran Rp 1,2 miliar, DPUBM memperbaiki jalan utama Malang-Blitar itu sepanjang 1,2 kilometer di sektor tengah bagian selatan jalan tersebut. Dalam pengamatan wartawan koran ini, sektor tengah sampai menuju pertigaan Jalibar-Gunung Kawi masih banyak lubang jalan dengan variasi kedalaman dan lebar yang berbeda.

Disinggung mengapa belum memakai metode pembangunan ulang jalan, Wawan mengaku hal itu belum diperlukan. ”Untuk rehab atau pemeliharaan jalan dilakukan untuk kondisi jalan rusak ringan. Dengan kondisi jalan tidak sampai ambles atau kerusakan menyentuh fondasi jalan, kalau dua itu kena harus rekonstruksi ulang,” ujar dia. (biy/gp)

 

Disunting kembali oleh: Afida Rahma Tsabita

Editor : Aditya Novrian
#jalan #KEPANJEN #Kabupaten Malang