Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Libur Awal Ramadan Sekolah Rakyat di Kabupaten Malang Tunggu Surat Keputusan Kemensos

Bayu Mulya Putra • Kamis, 12 Februari 2026 | 11:22 WIB
TUNGGU INSTRUKSI: Para pelajar di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 47 Singosari menggunakan laptop bantuan pemerintah pusat untuk proses pembelajaran.
TUNGGU INSTRUKSI: Para pelajar di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 47 Singosari menggunakan laptop bantuan pemerintah pusat untuk proses pembelajaran.

KABUPATEN - Proses pembelajaran di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 47 Singosari bakal mengalami penyesuaian selama bulan Ramadan. Mulai dari jam pembelajaran yang lebih singkat, hingga wacana libur awal Ramadan. Namun, kepastiannya masih menunggu surat keputusan (SK) dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI.

Saat ini, antusiasme siswa dalam mengikuti pembelajaran cukup tinggi. Total ada 75 siswa SR Menengah Atas (SRMA) dan 25 SR Dasar (SRD) di sana.  Setiap hari, mereka tekun dan disiplin mengikuti kegiatan pembelajaran dan asrama.

“Menuju lima bulan di sekolah dan asrama, siswa sudah bisa mengikuti ritme rutinitas pembelajaran,” ujar Kepala SRT 47 Singosari Warsito. Sejauh ini, sekolah yang baru diresmikan pada Oktober 2025 itu menggunakan Kurikulum Merdeka. Dengan orientasi pembelajaran model  asrama atau sistem boarding.

Rencananya, model pembelajaran saat Ramadan bakal menyesuaikan dengan penambahan sejumlah kegiatan keagamaan. Termasuk penyesuaian jam pelajaran sekolah agar siswa lebih banyak memiliki waktu untuk beribadah. Namun, kepastian model itu masih diusulkan ke Kemensos dan menunggu persetujuan.

Menurut Warsito, momen Ramadan bisa dimaksimalkan untuk membentuk karakter siswa. Pembinaan sebagian besar diserahkan kepada wali asuh saat berada di asrama. Sementara di sekolah, siswa tetap disiapkan pembelajaran bersama para guru seperti biasanya

Di tempat lain, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Malang Pantjaningsih Sri Redjeki mengaku bahwa pihaknya juga tengah menyiapkan proses perekrutan siswa baru. Saat ini, masih di tahap pemetaan anak tidak sekolah (ATS) di Kabupaten Malang.

“Total ada 19.355 ATS, tapi itu belum dipadankan dengan data desil 1 dan 2,” ujar Panca. Tahun ini, pihaknya baru bisa menampung 75 siswa saja. Kapasitas gedung di SRT 47 Singosari saat ini juga sudah penuh. Untuk itu, Panca menargetkan pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur dikebut hingga Juni mendatang. Sebab berdasar perhitungan kalender akademik, tahun ajaran baru kemungkinan besar dimulai pada bulan itu. (aff/by)

Editor : A. Nugroho
#Kabupaten Malang #SRT #SK #srma