KEPANJEN - Tahun ini ditarget ada Rp 4,74 triliun nilai investasi yang masuk ke Kabupaten Malang. Jumlah target itu sama seperti 2025 lalu. Berkaca dari realisasi tahun lalu, investasi yang masuk didominasi lima sektor.
Analis Kebijakan Ahli Madya Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Malang Endah Dwi Suhesti merinci, lima sektor usaha tersebut meliputi industri makanan, perumahan, serta kawasan industri dan perkantoran.
”Seperti pabrik rokok atau industri pengolahan tembakau itu juga banyak. Investasi mereka biasanya dilaporkan jika membeli mesin,” ujar dia. Selain pembelian mesin, investasi besar biasanya terjadi jika ada pembangunan gedung usaha baru. Seperti pembangunan rumah sakit (RS) pada 2025 lalu.
”Kami akan sulit mencapai target jika tidak ada penambahan pabrik baru. Karena pembangunan baru itu ada pembelian tanah yang nilainya cukup besar,” imbuhnya.
Umumnya, dia menyebut bahwa pembelian mesin tidak dilaporkan sesuai harga beli mesin baru. Melainkan dikurangi dengan harga mesin lama.
Sebab, mesin yang lama sudah tidak produktif. Kecuali mesin lama masih berfungsi dengan baik, sehingga mesin yang baru dapat menambah produktivitas pelaku usaha.
Untuk mencapai target nilai investasi, Pemkab Malang berusaha memudahkan perizinan untuk pembangunan lokasi usaha.
Misalnya dalam pengurusan Perizinan Bangunan Gedung (PBG) maupun Sertifikat Laik Fungsi (SLF) sebagai syarat mendirikan bangunan. Selain itu juga memberi pendampingan kepada pelaku usaha yang ingin mengembangkan usahanya.
”Contoh jika ada pengusaha yang mau membangun pabrik. Kami akan tunjukkan lokasi yang masih bisa dimanfaatkan sesuai zonasi tata ruangnya. Jangan sampai dia mau membangun pabrik, tetapi di lahan yang berwarna hijau,” kata Endah.
Peta zonasi tersebut tercantum dalam Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) masing-masing Wilayah Perencanaan (WP) yang dapat diakses secara daring. Pihaknya juga terus melibatkan perangkat daerah (PD) terkait sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha.
Di tempat lain, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Malang Ali Murtadlo memastikan bahwa pihaknya akan terus mendorong pemkab supaya meningkatkan realisasi investasi. Salah satunya dengan menarik investor untuk bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Contohnya Perumda Jasa Yasa yang bergerak di bidang pariwisata. ”Kami membuka investor yang mau masuk ke wisata yang dikelola Jasa Yasa. Misalnya Songgoriti, Pantai Balekambang, dan Ngliyep,” ujar politisi PKB itu.
Pelayanan publik dalam bentuk kelayakan infrastruktur juga wajib diperhatikan untuk menarik minat investor ke wilayah Kabupaten Malang. Misalnya jalan yang menjadi akses utama masyarakat.
”Pembangunan jalan nasional dari Gondanglegi hingga Balekambang akan selesai. Tentunya nanti jumlah wisatawan akan semakin bertambah,” kata anggota badan anggaran (banggar) DPRD Kabupaten Malang itu.
Bertambahnya wisatawan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan iklim investasi. Misalnya di bidang industri makanan. Bisa juga di bidang perhotelan atau penginapan. (yun/by)
Disunting kembali oleh: Afida Rahma Tsabita
Editor : Aditya Novrian