KEPANJEN - Jelang bulan Ramadan, mulai ada kekhawatiran terkait menipisnya bahan pangan di pasaran. Salah satunya yakni stok beras. Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Malang Mahila Surya Dewi memastikan bahwa stok selama bulan Januari dan Februari dipastikan aman. Dasarnya yakni neraca pangan sejak Januari lalu.
”Kami ada surplus beras sekitar 31.282 ton. Jumlah itu setara dengan ketahanan stok sekitar 1,5 bulan ke depan,” ujar Mahila. Dia menjabarkan, dengan jumlah penduduk 2,77 juta jiwa, kebutuhan konsumsi beras di Kabupaten Malang mencapai 44.688,28 ton.
Kebutuhan tersebut untuk rumah tangga maupun non-rumah tangga. Dengan nilai surplus tersebut, ketersediaan beras saat ini sekitar 75.970 ton.
”Surplus beras tersebut bisa dijadikan cadangan pangan oleh masyarakat,” imbuhnya. Sehingga, pada bulan Maret nanti, masyarakat masih bisa memenuhi kebutuhan makanan pokoknya. Kualitas beras di Kabupaten Malang juga tergolong premium. Pasokan padi yang diterima oleh penggilingan pun tidak pernah terlambat.
Setiap hari pasti ada yang digiling. Sebab, panennya bergiliran. Misalnya pekan ini petani di Kepanjen belum panen, bisa jadi petani di Gondanglegi yang panen.
Di sisi lain, meski ada kenaikan harga untuk beras kemasan besar, harga di tingkat ecerannya tetap stabil.
”Kenaikan mungkin hanya sekitar Rp 2.000 per sak (kemasan 25 kilogram). Kami jualnya tetap sama,” ujar Mustofa, salah satu pedagang sembako di Pasar Kepanjen. Toko tersebut juga menjual beras SPHP dari Bulog dengan harga Rp 60 ribu per kemasan 5 kilogram. Sedangkan harga beras premiumnya dibagi menjadi dua.
Untuk yang premium cap Pandanwangi diberi harga Rp 14 ribu per kilogram. Sedangkan beras premium cap Sendok Ayu diberi harga Rp 14.500 per kilogram. Beras tersebut disuplai salah satu penggilingan di Dusun Ketanen, Kelurahan Penarukan, Kepanjen. Terkadang juga ada pemasok dari Kabupaten Blitar.
”Kadang beras dari hajatan yang tersisa, bisa dijual ke sini, tetapi harganya lebih murah. Jadi, stok beras di sini masih aman dan harganya terus stabil,” imbuhnya. (yun/by)
Disunting kembali oleh Intan Nurlita Dewi
Editor : Aditya Novrian