KEPANJEN – Jumlah produksi sampah umumnya meningkat pada bulan Ramadan. Tahun ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malang memperkirakan bakal ada peningkatan volume sampah hingga lima persen. Untuk menyiasatinya, DLH bakal meningkatkan frekuensi pengangkutan dari lingkungan perumahan warga ke tempat pembuangan akhir (TPA).
Kabid Pengelolaan Sampah, Limbah Bahan Beracun dan Berbahaya (PSLB3) DLH Kabupaten Malang Dedik Tri Basuki menjelaskan, peningkatan produksi sampah pada bulan Ramadan itu dihitung pada tingkat harian. ”Normalnya, rata-rata 1.094 sampai 1.100 ton sampah per hari. Kalau Ramadan diperkirakan bertambah lima persen per hari, atau sekitar 54 sampai 55 ton tambahannya,” terang Dedik.
Perkiraan tersebut salah satunya mengacu pada produksi sampah dari Ramadan tahun lalu. Dedik menambahkan kalau pada bulan Ramadan tahun ini, jenis sampah yang paling banyak dihasilkan adalah sampah organik. ”Ya sisa makanan dan takjil. Kebanyakan dari rumah tangga dan sebagian kecil dari pasar-pasar,” imbuh dia.
Meski begitu, peningkatan sampah pada bulan Ramadan sebenarnya tidak seberapa besar. Dedik malah mewaspadai peningkatan sampah saat libur Lebaran nanti. ”Itu meningkatnya bisa 15 sampai 20 persen,” ujar Dedik.
Pada momen itu dikhawatirkan terjadi penumpukan sampah. Bukan di TPA-nya, tapi di Tempat Pembuangan Sementara (TPS). Berdasar data BPS Kabupaten Malang, Bumi Kanjuruhan memiliki total 257 lokasi tempat pengolahan sampah (TPS). Jumlah itu terdiri dari 212 TPS dan 45 Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST). ”Ada juga warga yang membuang langsung ke TPA. Entah di Talangagung (Kepanjen), Paras (Poncokusumo), dan Randuagung (Singosari),” tambah Plt Kepala DLH Kabupaten Malang Ahmad Dzulfikar Nurrahman.
Untuk mencegah peningkatan sampah di tingkat TPS, pihaknya bakal menambah jam pengangkutan sampah. ”Misalnya kalau seminggu itu tujuh kali, nanti bisa ditambah 8 kali. Jadi untuk Ramadan ini sebenarnya kegiatan rutin yang ditingkatkan intensitasnya,” imbuh Dzulfikar. Ada 65 kendaraan pengangkut sampah dan 244 personel yang disiagakan untuk itu. (biy/by)
Disunting kembali oleh Afida Rahma Tsabita
Editor : Aditya Novrian