GONDANGLEGI - Akses jalan baru dari Kecamatan Gondanglegi, Bantur, hingga Balekambang tak bisa dinikmati pada libur Lebaran nanti. Progres pembangunannya belum sampai 60 persen. Karena perkembangan yang cukup lambat, deadline proyek itu pun diundur hingga akhir tahun ini.
Untuk mengingat kembali, perbaikan jalan sepanjang 30,485 kilometer itu sudah dimulai sejak Oktober 2024 lalu. Pekerjaannya dibagi ke dalam dua trase. Yang pertama dinamakan Lot 16A (Gondanglegi-Wonokerto). Selanjutnya yakni Lot 16B (Wonokerto-Balekambang).
Anggaran untuk mengerjakannya senilai Rp 339 miliar. Berasal dari dana bantuan Islamic Development Bank kepada Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Disinggung soal progres proyek tersebut, Humas Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (B2PJN) Jawa Timur-Bali Achsan Asjhari mengatakan bahwa update pekerjaan masih separo jalan.
Itu berdasar laporan tim lapangan yang diterima pihaknya sampai 13 Februari lalu. ”Lot 16A progresnya sebesar 54,82 persen dan Lot 16B sebesar 56,43 persen,” terang dia. Progres tersebut juga sudah memakan biaya cukup banyak. Dengan progres sampai Desember 2025 saja, total dana yang sudah dikeluarkan mencapai Rp 172 miliar. Terdiri dari Lot 16A senilai Rp 81 miliar atau 47,11 persen dari besar anggaran yang ditetapkan.
Sementara di Lot 16B sudah teralokasikan Rp 91 miliar, atau 51,02 persen dari anggaran total. Achsan menyebut sebagian tanah untuk jalan tersebut belum dibebaskan. Baik di Lot 16A maupun 16B. Kini pembebasan tanah bersama Pemkab Malang masih berlangsung.
Selain itu, masih ada jalan yang belum tersentuh aspal dan pembuatan konstruksi drainase maupun jembatan. Itu terlihat dalam pengamatan Jawa Pos Radar Kanjuruhan. Di sepanjang jalan, mulai dari Wonokerto sampai Bantur, masih ada jalan yang tinggi aspalnya berbeda. Kemudian lebar jalan masih ada yang mengikuti jalan lama.
Dua titik pembangunan jembatan di Wonokerto dan Bantur juga belum selesai. Di Wonokerto masih memakai jembatan bailey. Sementara di Bantur masih dilakukan penggalian pakai dua ekskavator. Achsan membenarkan kalau masih banyak yang perlu dikerjakan. Khususnya di jalan Lot 16B di Desa Srigonco, Kecamatan Bantur.
”Dalam waktu dekat akan dilakukan penyelesaian Dinding Penahan Tanah (DPT), pembuatan saluran dan pengerasan jalan,” sebut dia.
Dengan masih banyaknya pekerjaan, penyesuaian perlu dilakukan. Khusus pada bulan Ramadan kali ini. Dia menyebut, B2PJN akan melakukan penyesuaian pekerjaan fisik di lapangan pada H-10 dan H+10 Lebaran.
Prosesnya bakal lebih banyak dilakukan pada malam hari. Karena progres tersebut, ada kemunduran tenggat waktu pekerjaan. Itu terlihat dari kapan rencana Provisional Hand Over (PHO) atau tahap serah terima sementara hasil pekerjaan konstruksi dari kontraktor kepada pemilik proyek (PPK). ”Rencana PHO untuk Lot 16 A pada September 2026. Sementara untuk Lot 16B pada Desember 2026,” ujar Achsan. (biy/by)
Editor : A. Nugroho