KEPANJEN – Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Malang pada Sabtu (28/2) memicu rangkaian bencana di berbagai wilayah. Dalam waktu kurang dari 24 jam, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat sedikitnya tujuh kejadian, mulai dari banjir, tanah longsor hingga pohon tumbang.
Tiga warga dilaporkan mengalami luka ringan akibat tertimpa pohon tumbang. Hingga kemarin (1/3), penanganan pascabencana masih terus berlangsung di sejumlah titik terdampak.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Malang Purwoto menjelaskan, seluruh kejadian dipicu hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur hampir sepanjang hari. Bencana terjadi dalam rentang waktu pukul 03.30 hingga sekitar pukul 20.30.
Baca Juga: Sepanjang Februari, 23 Rumah di Kabupaten Malang Rusak akibat Tiga Bencana Angin Kencang
“Ada tiga kejadian pohon tumbang, lalu banjir dan longsor masing-masing dua lokasi,” terang Purwoto.
Dia menyebut, persebaran bencana merata di wilayah Malang Barat, Timur hingga bagian tengah. Intensitas hujan yang tinggi dengan durasi lebih dari satu jam menjadi faktor utama pemicu.
“Intensitasnya deras, baik yang terjadi dini hari maupun malam hari. Durasinya juga cukup lama,” imbuhnya.
Untuk kejadian longsor, BPBD mencatat dua titik terdampak. Pertama, longsor plengsengan sungai di belakang Pasar Hewan Wajak, Desa Wajak, Kecamatan Wajak, sekitar pukul 03.30. Material tanah bercampur rumpun bambu dengan panjang sekitar 30 meter, tinggi 20 meter, dan lebar 2 meter sempat menutup akses pengairan sawah.
Baca Juga: 17 Hari, BPBD Kabupaten Malang Catat Delapan Bencana Longsor
Akibatnya, aliran irigasi yang menghubungkan Desa Wajak dengan Desa Blayu, Sukolilo, dan Codo terganggu.
Kejadian kedua terjadi di tebing tepi jalan kabupaten di Dusun Rekesan, Desa Pondok Agung, Kecamatan Kasembon pada pukul 22.15. Longsoran tanah bercampur bebatuan setinggi sekitar 20 meter dan lebar 5 meter menutup akses jalan penghubung Dusun Gobet dan Mendalan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan menambahkan, longsor di Kasembon juga berdampak pada layanan air bersih warga.
“(Air) PDAM warga terputus karena terdampak longsor. Pembersihan material masih berlangsung sampai pukul 14.00,” ujarnya.
Besaran kerugian materi akibat dua kejadian longsor tersebut masih dalam pendataan.
Sementara itu, banjir dilaporkan melanda dua desa di Kecamatan Pakis, yakni Desa Mangliawan dan Desa Saptorenggo. Banjir dipicu hujan deras yang turun sejak pukul 17.30 hingga 20.00.
Luapan sungai di sekitar permukiman menyebabkan genangan di enam RT dan tiga RW di dua desa tersebut. Total 61 rumah terdampak, terdiri atas 54 rumah di Mangliawan dan 7 rumah di Saptorenggo.
Sadono menyebut, hingga pukul 23.00 air masih menggenangi permukiman. Air baru berangsur surut beberapa jam kemudian sehingga kerja bakti pembersihan baru bisa dilakukan mulai pukul 07.00 kemarin.
Baca Juga: Tujuh Bencana di Kabupaten Malang Warnai Awal Tahun 2026
Selain itu, BPBD juga menangani tiga kejadian pohon tumbang yang tersebar di Kecamatan Pakis dan Kepanjen. Dua titik berada di Kepanjen, yakni di selatan Yon Zipur 5 Desa Panggungrejo serta di depan SPBU Sengguruh, Desa Sengguruh. Satu titik lainnya berada di Dusun Dami, Desa Ampeldento, Kecamatan Pakis.
Peristiwa pohon tumbang terjadi antara pukul 19.00 hingga 20.00. Pohon yang roboh rata-rata berukuran besar, dengan tinggi 4 hingga 7 meter dan diameter 25 sampai 50 sentimeter dari jenis puli.
Selain menghambat arus lalu lintas dan merusak jaringan listrik setempat, insiden di Pakis juga menyebabkan tiga pengendara motor terluka. Beruntung, luka yang dialami tergolong ringan.
“Korban luka ada tiga orang di Pakis, tetapi kondisinya ringan,” tandas Sadono. (biy/adn)
Editor : Aditya Novrian