Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Pariwisata Kabupaten Malang Turut Sumbang PAD Rp7,6 Miliar

Aditya Novrian • Minggu, 8 Maret 2026 | 15:45 WIB

DESTINASI: Wisatawan menikmati keindahan pantai di Malang Selatan kemarin. Keberadaan pantai turut mendongkrak PAD. (BIYAN MUDZAKY HANINDITO / RADAR KANJURUHAN)
DESTINASI: Wisatawan menikmati keindahan pantai di Malang Selatan kemarin. Keberadaan pantai turut mendongkrak PAD. (BIYAN MUDZAKY HANINDITO / RADAR KANJURUHAN)
 

KEPANJEN – Sektor wisata turut menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Malang. Dalam kurun dua bulan, yakni Januari-Februari lalu, badan pendapatan daerah (bapenda) mengungkap penghasilan hingga Rp 7,6 miliar.

Kepala Bapenda Kabupaten Malang Made Arya Wedhantara menjelaskan, penghasilan sektor wisata tidak didasarkan pada satu jenis pajak saja. Melainkan tiga jenis pajak. Meliputi Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) pada Jasa Perhotelan, PBJT Makanan Minuman (Mamin), serta PBJT Kesenian dan Hiburan. “Targetnya menyesuaikan dengan target per jenis pajak,” kata Made kemarin.

Tahun 2026 ini, dia melanjutkan, PBJT jasa perhotelan ditetapkan target sebesar Rp 8,2 miliar, PBJT mamin Rp 20,6 miliar, dan pajak hiburan Rp 8,1 miliar. Meningkat dibanding target tahun sebelumnya. Pada 2025 lalu, pajak mamin ditarget Rp 18,7 miliar dan sementara kesenian-hiburan Rp 8 miliar.

Made menjelaskan, realisasi tahun ini juga meningkat. “Januari-Februari 2026 totalnya pendapatan dari tiga pajak sektor wisata menembus Rp 7,6 miliar. Sementara untuk tahun lalu pada periode yang sama hanya Rp 7,3 miliar,” terang pejabat eselon II B Pemkab Malang tersebut.

Lebih lanjut, Kabid Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) Bapenda Kabupaten Malang Syamsul Kahar menambahkan, capaian PAD sektor wisata berasal dari 230 destinasi wisata. ”Jumlah tersebut ada penambahan 1 objek atau destinasi wisata dari tahun sebelumnya,” sebut dia. ”Satu wajib pajak (WP) tersebut adalah sebuah pantai di Kecamatan Bantur,” tambahnya.

Dari ratusan destinasi tersebut, penyumbang pajak terbesar adalah Florawisata Santera De Laponte di Kecamatan Pujon. ”Tahun lalu, realisasi (Florawisata Santera) Januari sampai Februari sekitar Rp 382 juta. Sementara di bulan yang sama tahun ini realisasinya berkisar Rp 430 juta,” kata dia. (biy/dan)

 

Disunting kembali oleh Intan Nurlita Dewi

Editor : Aditya Novrian
#sumbangan #Wisata #pendapatan asli daerah (PAD)