KEPANJEN – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Malang fokus merealisasikan bus sekolah. Dengan demikian, wacana operasional angdes pelajar tenggelam. Keputusan memprioritaskan bus sekolah karena Pemkab Malang sudah mendapat hibah microbus dari Kementerian Perhubungan RI.
“Kami fokus ke bus sekolah pakai microbus. Untuk rencana lain (angdes pelajar, Red), kami belum ada anggaran untuk eksekusi,” ujar Kepala Dishub Kabupaten Malang Eko Margianto kemarin.
Dia lantas mengungkap alasan. Selain sudah mempunyai microbus, tidak dipilih angdes pelajar karena lebih memakan banyak biaya. Pasalnya, skema angkudes menjadi angkutan pelajar membutuhkan subsidi bahan bakar untuk masing-masing armada.
Baca Juga: Kabupaten Malang Dapat Hibah Bus Sekolah dari Kementerian Perhubungan
Artinya, Pemkab Malang mengganti biaya bensin atau solar ketika mereka menaikkan anak sekolah, bukan menggaji para sopir angdes per periode tertentu. Jarak jauh akan membuat bengkak operasional.
“Microbus sudah parkir di halaman kantor Dishub, area Terminal Talangagung, Kepanjen,” terang pejabat eselon II B Pemkab Malang itu.
Namun sampai sekarang, dia melanjutkan, mobil tersebut belum mempunyai pelat nomor polisi. Eko menyebut bahwa proses mendapat pelat nopol masih terganjal Berita Acara Serah Terima Operasional (BASTO) dari Kemenhub RI.
Begitu BASTO selesai, lanjutnya, kepengurusan pelat nomor dan surat-surat kendaraan bisa dilakukan. “Kami masih menunggu dari Kemenhub, karena hibah dari sana itu se-Indonesia, tidak hanya Kabupaten Malang,” kata dia.
“Kami masih koordinasi terus dengan pusat,” tambah mantan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Malang tersebut. (biy/dan)
Editor : A. Nugroho