Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Sekolah Rakyat di Singosari Malang Tambah Dua Ekstrakurikuler Baru

Nahdiatul Affandiah • Sabtu, 28 Maret 2026 | 09:13 WIB
BERSUNGGUH-SUNGGUH: Siswa SRT 47 Singosari mengikuti outing class di Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang beberapa waktu lalu.
BERSUNGGUH-SUNGGUH: Siswa SRT 47 Singosari mengikuti outing class di Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang beberapa waktu lalu.

SINGOSARI – Besok (29/3), seluruh siswa Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 47 di Balai Lingkungan Kerja (BLK) Singosari mulai masuk. Pengelola menambah dua ekstrakurikuler baru. Tujuannya agar siswa tidak bosan.

Kedua ekstrakurikuler tersebut adalah Pramuka dan paskribra. Selama ini tidak ada ekstrakurikuler tersebut. Padahal peran Pramuka dan paskibra sangat penting dalam membentuk karakter siswa, terutama kedisiplinan dan kepatuhan.

“Karena sudah hampir satu tahun pembelajaran, tentu sikap mereka jauh lebih baik dibanding saat pertama datang,” ujar Kepala SRT 47 Warsito kemarin.

Meskipun sudah menyiapkan dua ekstrakurikuler baru, namun dia menilai sekolah rakyat masih butuh tambahan ekstrakurikuler kedisiplinan. Tujuannya agar para siswa bisa mengeksplorasi bakat lebih luas. Apalagi pramuka dan paskibraka juga memiliki keunggulan membentuk disiplin tinggi, tanggung jawab, kerja sama tim, kemandirian, dan cinta tanah air.

Baca Juga: Pelajar di Dua Sekolah Rakyat Kota Malang Dapat Bingkisan dari Kemensos RI

Warsito menjelaskan kondisi siswa SRT berasal dari keluarga miskin ekstrem. Bahkan beberapa murid adalah pelajar sekolah di luar SRT 47 yang drop out. Untuk itu, dia melanjutkan, latar belakang dan karakter siswa sangat beragam dan butuh penyesuaian yang lama hingga mereka bisa belajar maksimal seperti sekarang.

Dia mengatakan, SRT 47 di Kabupaten Malang baru saja dibuka pada September 2025 lalu. Selama ini proses pembelajaran dinilai sudah lancar. Hanya saja siswa di SRT 47 perlu dibekali literasi terkait etika bermedia sosial dan akses pembelajaran digital lain seperti desain grafis.

Baca Juga: Selama Ramadan, Sekolah Rakyat Singosari Kurangi Jam Belajar 10 Menit dan Tambahan Kegiatan Religi

Sejak awal beroperasi hingga saat ini, SRT 47 memiliki 100 siswa. Mereka terbagi menjadi empat rombongan belajar (rombel) dengan karakter siswa yang sangat beragam.

 “Satu rombel SD dan tiga rombel SMP,” lanjut Warsito.

Dia mengatakan, siswa yang diterima di SRT 47 Malang berasal kalangan keluarga pra-sejahtera. Umumnya sudah terdaftar dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Hanya keluarga desil 1 dan desil 2 yang bisa masuk SRT 47 dengan tingkat kesejahteraan ekonomi dan keluarga 1-20 persen.(aff/dan)

Editor : A. Nugroho
#Sekolah Rakyat #singosari #Kabupaten Malang #black