KEPANJEN - Pekan terakhir Maret 2026, terjadi puluhan kali gempa bumi yang berpusat di Kabupaten Malang. Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mengungkap, terdapat 22 kejadian gempa bumi. Terdiri atas 20 gempa bumi yang tidak berdampak dan dua kali berdampak.
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Stasiun III Malang Ricko Kardoso menjelaskan, berdasarkan peta distribusi episenter atau pusat gempa bumi, kejadian gempa tersebut sebagian besar berpusat di laut selatan Pulau Jawa.
“Episenter tersebut sebagai akibat dari subduksi pertemuan lempeng tektonik Indo-Australia dan Eurasia,” kata dia kemarin (27/3).
Baca Juga: Pacitan Diguncang Gempa Magnitudo 6,5 Dini Hari, Getaran Terasa Hingga Jogja dan Semarang
“Pada periode 20-26 Maret lalu, tercatat sembilan gempa bumi di selatan Kabupaten Malang,” imbuhnya.
Seluruh kejadian tersebut memiliki magnitudo di bawah 5 Skala Richter (SR) sehingga tidak dirasakan masyarakat.
Gempa yang dirasakan masyarakat pada tahun ini justru berpusat di Kabupaten Pacitan pada akhir Januari lalu. Gempa bumi tektonik tersebut bermagnitudo 5,5 Skala Richter (SR). Pusat gempa ada di darat 24 kilometer arah tenggara Pacitan dengan kedalaman 122 kilometer.
Gempa tersebut dirasakan di daerah Pacitan, Karangkates (Kabupaten Malang), dan Tulungagung dengan skala intensitas III-IV Modified Mercally Intensity (MMI). Artinya, gempa bumi tersebut dirasakan banyak orang dalam rumah. Kemudian di daerah Malang, Nganjuk, Ponorogo, dan Blitar, gempa dirasakan dengan skala intensitas III MMI. Getaran dirasakan nyata dalam rumah seperti ada truk lewat.
Baca Juga: Gempa Pacitan Magnitudo 6,5 Terasa di Malang, Warga Terbangun dan Panik Keluar Rumah
Sementara itu, gempa bumi tersebut tercatat melalui sensor. BMKG Stasiun Geofisika Kelas III Malang memiliki sekitar 20-an sensor. Di Kabupaten Malang terdapat tiga sensor. Yakni Malang Jawa Indonesia (MLJI), Gedangan Jawa Indonesia (GEJI), dan Poncokusumo Jawa Indonesia (POKJI).
Yang terdekat yaitu Klakah Lumajang Jawa Indonesia (KLJI). Getaran tanah bisa dikatakan gempa ketika enam sensor yang saling berdekatan tersebut sama-sama mendeteksi terjadinya gempa. Jika hanya satu yang menyala, bisa saja hanya ada truk lewat atau sejenisnya.(yun/dan).
Editor : A. Nugroho