AMPELGADING – Pembelajaran di SMKN 1 Ampelgading terganggu kemarin (30/3). Itu karena atap tiga ruang kelas ambruk pada Sabtu malam (28/3). Akibatnya, proses belajar mengajar dipindahkan ke ruang laboratorium dan ruangan lain.
Belum diketahui penyebab ambruknya atap ruang kelas. Sementara cabang dinas pendidikan wilayah Kabupaten Malang berjanji akan segera memperbaikinya, sehingga ruang kelas bisa difungsikan lagi.
“Kami sudah berkoordinasi dengan komite dan bapak kepala dinas (Kadisdik Provinsi Jatim). Kelas akan segera dikerjakan setelah pembersihan runtuhan selesai,” ujar Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Malang Dwi Anggraeni.
Dia mengatakan, seluruh ruang kelas yang rusak bakal diperbaiki. Pihaknya memperkirakan, perbaikan membutuhkan waktu satu bulan, sehingga tiga ruang kelas yang ambruk itu bisa digunakan kembali.
Terpisah, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (KL) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang Sadono Irawan menjelaskan, peristiwa ambruknya atap tiga ruang kelas terjadi sekitar pukul 22.30. Ambruknya atap disaksikan oleh salah satu penjaga sekolah yang melihat genting jatuh satu per satu.
“Setelah satu per satu genting jatuh, tiba-tiba atap tiga kelas ambruk bersamaan,” ujar Sadono.
Kejadian berlangsung pada saat libur sekolah. Untuk itu dipastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka. Sehari setelah ambruk, keesokan harinya dilakukan penutupan dan pembersihan.
Disinggung mengenai penyebab ambruknya atap ruang kelas, Sadono menyebut tidak ada hujan. Bahkan sampai Minggu siang cuacanya cerah dan panas.
”Total kerugian diperkirakan sampai Rp 120 juta,” lanjut Sadono.
Hingga kemarin (30/3), dewan Guru bersama perangkat Desa Tirtomarto dan Unit Reskrim Polsek Ampelgading berkoordinasi untuk mencari penyebab ambruknya bangunan. (aff/dan)
Editor : Mahmudan