Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Bulog Malang Target Menyerap 76.000 Ton Gabah Petani

Nahdiatul Affandiah • Jumat, 3 April 2026 | 14:40 WIB
DITAMPUNG BULOG: Petani Desa Clumprit, Kecamatan Pagelaran memanen padi di persawahan beberapa waktu lalu.
DITAMPUNG BULOG: Petani Desa Clumprit, Kecamatan Pagelaran memanen padi di persawahan beberapa waktu lalu.

 

KEPANJEN – Badan Urusan Logistik (Bulog) Malang bakal menyerap gabah petani besar-besaran. Tahun ini ditargetkan mampu menyerap hingga 76.000 ton. Hingga triwulan ini sudah terealisasi 32 ribu ton.

Gabah yang dibeli dari petani lokal tersebut kemudian dimasukkan gudang. Penyimpanan berlangsung paling lama sekitar 10 bulan, namun langsung didistribusikan jika sewaktu-waktu dibutuhkan.

“Saat ini ada sekitar 69 ribu ton yang sudah menjadi beras. Sebagian sudah kami salurkan jelang Lebaran beberapa hari lalu,” ujar Kepala Bulog Cabang Malang M. Nurjuliansyah Rahman kemarin (2/4).

Dia mengatakan, Kabupaten Malang menyumbang sekitar 30 persen untuk gabah. Meski dilanda musim hujan, lanjutnya, serapan gabah tetap bisa maksimal. Penyerapan gabah tersebut merupakan bentuk percepatan dari instruksi untuk optimalisasi penyerapan gabah petani.

Selain itu, dia melanjutkan, penyerapan gabah oleh Bulog Malang juga dilakukan untuk memastikan harga gabah di tingkat petani tidak jatuh. Paling tidak stabil di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp 6.500 per kilogram.

“Pantauan harga gabah sekarang ini juga relatif stabil. Hampir tidak ada gabah kering panen di bawah HPP,” lanjut Juliansyah.

Tiap hari penyerapan ke gabah bisa sampai sekitar 1-2 ribu gabah kering. Apalagi awal April ini sudah mulai ada yang panen lagi. Juliansyah optimistis penyerapan gabah tetap bisa optimal.

Bentuk gabah yang diserap Bulog adalah gabah kering panen. Stoknya bakal disimpan di gudang Bulog masing-masing daerah. Baru diolah lagi menjadi beras SPHP dengan kualitas medium yang biasanya disalurkan untuk masyarakat kurang mampu.

Berdasar perkiraan cuaca, April ini bakal masuk musim kemarau. Hal itu menjadi tantangan tersendiri bagi petani di daerah rawan kekeringan. Juliansyah mengaku sudah melakukan penyuluhan terkait itu agar petani tidak sampai gagal panen.

“Sebenarnya saat kemarau, hasil panen bisa makin bagus asal tidak sampai kekeringan,” lanjut Juliansyah.(aff/dan)

Editor : Mahmudan
#malang hari ini #bulog #pertanian malang