KEPANJEN - Pembangunan Alun-Alun Kepanjen masih dalam tahap penghitungan ulang. Lokasinya sudah ditetapkan di belakang Kantor Bupati Malang, Jalan Panji, Desa Panggungrejo, Kecamatan Kepanjen. Namun kebutuhan anggarannya diperkirakan akan membengkak.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Malang Tomie Herawanto menyampaikan, alun-alun tersebut berupa Ruang Terbuka Hijau (RTH).
“Karena berupa RTH, anggarannya sekitar Rp 300 miliar. Namun itu penghitungan tahun 2018 lalu, sehingga pasti ada peningkatan karena berbagai faktor, utamanya inflasi,” ucapnya kemarin (15/4).
Selain pembangunan alun-alun, dia mengatakan, anggaran tersebut juga untuk jalan tembus dari belakang kantor bupati hingga Stadion Kanjuruhan. Sehingga perlu ada pembebasan lahan terlebih dahulu. Oleh karena itu, saat ini pihaknya masih menghitung ulang penganggaran dengan berbagai penyesuaian tersebut. Nantinya, pembiayaan akan dilakukan melalui kerja sama dengan Bank Jatim. Yakni melalui pinjaman daerah.
Pejabat eselon II B Pemkab Malang itu menjelaskan, skema pinjaman ke Bank Jatim maupun Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) hampir sama. Jika KPBU, dia melanjutkan, pembangunan dibiayai badan usaha. Kemudian pemkab memberikan kontribusi sesuai kesepakatan. Sedangkan jika pinjaman, ada kewajiban membayar setiap tahun.
Hanya saja, pinjaman tersebut harus tuntas pada masa kepemimpinan kepala daerah yang sedang menjabat. Jika masa kepemimpinan sisa empat tahun, maka masa pinjamannya tidak boleh melebihi jangka waktu tersebut.
“Besaran yang harus dibayar belum tahu, karena kami belum tahu berapa bunganya nanti,” bebernya.
Berbeda dengan KPBU yang pembayarannya dapat terus dilakukan meskipun sudah ganti kepemimpinan kepala daerah. Selain itu, risiko pembangunan jika menggunakan KPBU akan ditanggung penuh oleh badan usaha. Sedangkan jika menggunakan pinjaman, semua risiko ditanggung pemkab.
Sebagai informasi, lahan yang disiapkan untuk alun-alun di belakang kantor bupati, Jalan Panji, Kepanjen. Luas lahan sekitar 3 hektare.
“Maket sudah jadi sejak lama. Namun, nanti akan di-review kembali, memungkinkan atau tidaknya jika desain itu diterapkan. Kan ada kemungkinan branding dengan Bank Jatim, berarti kerja samanya ada potensi ekonomi,” pungkasnya. (yun/dan).
Editor : Mahmudan