Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Warga Kabupaten Malang Sempat Keluhkan Kelangkaan LPG Melon, Begini Tanggapan Pertamina

Biyan Mudzaky Hanindito • Kamis, 16 April 2026 | 14:05 WIB

 

SUBSIDI: Salah satu agen di Jalan Panji, Kelurahan Kepanjen, Kecamatan Kepanjen mendapat pasokan LPG dari Pertamina kemarin (15/4).
SUBSIDI: Salah satu agen di Jalan Panji, Kelurahan Kepanjen, Kecamatan Kepanjen mendapat pasokan LPG dari Pertamina kemarin (15/4).

 

KEPANJEN – Ancaman energi langka tidak hanya menyasar bahan bakar minyak (BBM). Gas LPG kemasan 3 kilogram juga berpotensi langka. Apalagi beberapa hari terakhir warga Kabupaten Malang sempat kesulitan mencari gas LPG melon.

Guna mengantisipasi kelangkaan tersebut, Pertamina Patra Niaga Area Jatim-Bali-Nusa Tenggara (Jatimbalinus) menambah kuota distribusi gas melon untuk Bumi Kanjuruhan. Penambahan per 12 April lalu.

”Ditambah 36 ribu tabung per hari,” ujar Area Manager Communication, Relations & CSR Jatimbalinus Pertamina Patra Niaga Ahad Rahedi kemarin. 

Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Ringankan Kebutuhan Pangan Masyarakat Prasejahtera di Bojonegoro Lewat Pasar Murah

”Biasanya kami kirim 119 ribu tabung per hari,” katanya.

Dia lantas menjabarkan kondisi di lapangan. 

“Kondisi yang terjadi, lonjakan konsumsi masih terjadi setelah hari raya Idul Fitri. Stok di pangkalan masih ada namun langsung habis dan di beberapa titik yang dilaporkan kosong sedang dalam proses pengiriman,” terang dia.

Informasi yang dihimpun, kelangkaan merata. Dari tingkat pangkalan sampai pengecer. Dalam hal ini, LPG di pangkalan cepat ludes, karena pengecer tidak dapat barang dagangan. Hal ini mengakibatkan masyarakat kesulitan mendapat gas LPG.

Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Jaga Kesinambungan Suplai LPG Nusantara, Eksistensi STS Kalbut sebagai Urat Nadi Energi Indonesia

Meski kuota sudah ditambah, dia mengadakan, indikasi panic buying masih ada. Oleh karena itu, pihaknya melakukan mitigasi lanjutan. Salah satunya menerapkan penambahan jam operasional SPBE dan di level agen.

Kemudian dilaksanakan prioritas pengiriman ke wilayah yang mengalami kendala persediaan.

“Selanjutnya di level pangkalan telah ditegaskan kembali terkait penjualan sesuai HET dan batas penyaluran ke pengecer,” ucap Ahad.

Baca Juga: Tak Naik, Berikut Daftar Harga BBM Pertamina di Malang dan Pulau Jawa Per 1 April

Ia mengatakan, sasaran akhir penambahan kuota adalah rumah tangga. Pihaknya meminta agar masyarakat membeli gas LPG di agen atau pangkalan resmi. 

“Supaya masyarakat bisa mendapatkan LPG sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), yaitu Rp 18 ribu per tabung dengan kualitas dan kuantitas yang sesuai,” tandas Ahad.(biy/dan)

Editor : Mahmudan
#elpiji 3 kilogram #malang hari ini #pertamina malang