KEPANJEN, RADAR MALANG - Pemberangkatan calon jamaah haji mulai berjalan sejak Jumat (24/4) lalu di exit Tol Singosari, Karanglo, Kecamatan Singosari. Ada 1.637 jamaah yang dibagi menjadi tujuh kelompok terbang (kloter). Selang satu hari, mereka sudah tiba di Tanah Suci.
“Kloter 12, 14, 15, 16, 17, dan 18 sudah tiba di Arab Saudi pada tanggal 25-27 April lalu,” ujar Kepala Bagian Sub Tata Usaha Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Malang Romdloni Suryono, Selasa (28/4).
Rinciannya, kloter kloter 12 ada dua orang dan kloter 14 ada 359 orang. Kemudian kloter 15-17 yang masing-masing ada 376 orang serta kloter 18 yang terdiri dari 140 orang.
Mereka tiba Bandara Internasional Prince Mohammed bin Abdulaziz Madinah. Meskipun sebelumnya, jamaah kloter 16 sempat tertahan di Bandara Kualanamu, Medan karena kendala teknis.
Satu kloter lagi yakni kloter 30 yang terdiri dari delapan orang. Mereka baru dijadwalkan berangkat pada Rabu (29/4) mendatang.
Seperti diberitakan, tahun ini, Kabupaten Malang mendapat kuota 2.113 calon jamaah haji (CJH). Namun, yang melunasi ada 1.827 orang. Sehingga ada 286 orang yang tidak melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih).
“Alasannya macam-macam. Ada yang belum siap berangkat karena kerja, sekolah, maupun kesehatan. Tetapi mayoritas karena ekonomi,” kata dia. Sebab, menurutnya, berangkat haji bukan hanya masalah biaya berangkat saja, melainkan persiapan di rumah sebelum berangkat sampai pulang kembali juga membutuhkan biaya. Sehingga banyak yang menjadi pertimbangan.
Dari 1.827 orang yang melunasi bipih, ada yang mutasi berangkat dari Kabupaten Malang ke daerah lain. Mayoritas bergabung dengan jamaah haji yang berangkat dari Kota Malang karena bergabung dengan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH). Sehingga ada 1.624 orang yang berangkat dari Kabupaten Malang.
Penulis: Indah Mei Yunita