Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Seleksi Sekolah Negeri di Malang Makin Ketat

Nahdiatul Affandiah • Rabu, 6 Mei 2026 | 16:55 WIB
Ilustrasi SPMB (Google)
Ilustrasi SPMB (Google)

 

KEPANJEN - Rangkaian Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMA sederajat bakal dimulai akhir bulan ini. Persaingan masuk SMA/SMK negeri bakal lebih ketat dari sebelumnya. Sebab dari 41 ribu calon lulusan SMP/MTs, hanya 9.204 siswa saja yang bisa masuk ke SMA/SMK negeri.

Selain itu, terdapat perbedaan mencolok pada syarat SPMB tahun ini. Yaitu pelibatan nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebesar 40 persen. Ketentuan tersebut berlaku di semua jalur. Padahal tahun lalu, seleksi hanya bergantung pada nilai rapor. Dengan kata lain, tahun ini pendaftar tidak cukup hanya mengandalkan nilai rapor.

Sebagai contoh, pada jalur domisili, tahun lalu pertimbangannya hanya nilai rapor dan jarak tempat tinggal siswa ke satuan pendidikan. Namun tahun ini pembagiannya disertai 40 persen TKA dan 60 persen nilai rapor.

“Pendampingan TKA diputuskan untuk menghindari potensi manipulasi nilai rapor. Jadi memang dibutuhkan tes bertaraf nasional sebagai representasi kemampuan siswa,” ujar Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Malang Dwi Anggraeni kemarin.

Total ada lima jalur yang dibuka dalam SPMB tahun ini. Yaitu jalur domisili dengan proporsi 35 persen untuk SMA dan 10 persen untuk SMK. Lalu jalur afirmasi proporsinya 30 persen untuk SMA dan 15 persen SMK. Lalu jalur mutasi orang tua atau wali dan prestasi hasil lomba proporsinya 5 persen. Terakhir, jalur nilai prestasi akademik untuk SMA 25 persen dan SMK 65 persen.

Dia mengatakan, pendaftar yang memiliki nilai TKA bakal diprioritaskan. Sementara pendaftar yang tidak memiliki nilai TKA, penggantinya dengan nilai indeks sekolah. Berdasar web TKA, total ada 562 siswa SMP/MTs yang tidak daftar TKA.

 

“Untuk pengambilan pin oleh calon pendaftar dilaksanakan mulai 28 Mei-9 Juni depan,” lanjutnya.

Apabila peserta tidak mengambil PIN, lanjutannya, yang bersangkutan tidak bisa mengikuti SPMB. Setelah itu ada simulasi pendaftaran pada 8-9 Juni depan agar peserta tidak bingung saat mengisi nanti.

Sejalan dengan juknis SPMB yang sudah beredar, SMAN 1 Lawang mulai membentuk panitia SPMB. Tahun ini pagu yang ditetapkan di sekolah sama dengan tahun lalu. Yaitu 432 siswa sesuai ketersediaan 12 rombel di kelas X.

“Sejauh ini kami sudah sosialisasi kepada orang tua calon siswa,” kata Syarifatur Rofiah, Kepala SMAN 1 Lawang. Berdasar pengalaman tahun lalu, SPMB terbilang lancar. Sebab semua ditentukan sistem. Perbedaannya hanya pada komponen tambahan nilai TKA untuk tahun ini.

Di pihak lain, Kepala Bidang SMP Disdik Kabupaten Malang Nurul Sri Utami menuturkan, pihaknya optimistis nilai TKA SMP sesuai target. Paling tidak cukup untuk bersaing saat pelaksanaan SPMB SMA/SMK karena persiapannya matang. Menurutnya, selama ini para siswa kelas akhir juga sudah berjuang dengan berbagai tambahan pelajaran TKA dan tryout.

“Untuk nilai matematika memang yang paling dikhawatirkan, tapi berdasar hasil tryout sepertinya masih bisa dijadikan pendamping untuk daftar SMA,” ujarnya.

Sementara untuk siswa yang tidak ikut TKA, menurutnya masih bisa ikut SPMB dengan nilai rapor dan indeks sekolah. Apalagi siswa kelas akhir saat ini juga sudah ikut ANBK tahun lalu. Sehingga nilai itu dirasa cukup, meski bobotnya tak sebanding dengan TKA. (aff/dan)

Editor : Mahmudan
#SPMB #Sekolah Negeri #Pendidikan Malang