KEPANJEN – Ratusan ruang kelas di SD Kabupaten Malang rusak. Harus diperbaiki agar pembelajaran tidak terganggu. Namun karena keterbatasan anggaran, Pemkab Malang memprioritaskan perbaikan untuk dua SD. Masing-masing adalah SDN Kalisongo 1 dan SDN Mulyoagung 2.
Banyaknya ruang kelas yang membutuhkan perbaikan tersebut tercatat dalam data pokok pendidikan (dapodik). Nantinya perbaikan ditangani oleh dinas perumahan, kawasan permukiman, dan cipta karya (DPKPCK) Kabupaten Malang.
“Sejauh ini kami hanya bisa mendata dan mengajukan. Survei dan perbaikannya ikut Dinas Cipta Karya,” ujar Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Malang Rosyta Dewi kemarin (6/5). Mayoritas kerusakan ada pada atap kelas yang bocor atau konstruksi rangka mulai rapuh. Lalu beberapa jendela dan dinding juga sudah lapuk.
Dia mengungkap alasan memprioritaskan pengajuan rehabilitasi untuk dua sekolah. Menurut dia, kerusakan paling parah terjadi di SDN Mulyoagung 2 dan SDN Kalisongo 1, Kecamatan Dau. Keduanya sudah di-asesmen disdik dan DPKCPK.
”Proyeksinya tahun ini keduanya mendapat rehabilitasi,” kata dia.
Khusus SDN Kalisongo 1, dia melanjutkan, atapnya sudah ambruk sebagian pada Sabtu (2/5) lalu. Setelah dicek, butuh setidaknya Rp 400 juta untuk biaya perbaikan. Untuk itu, DPKCPK memasukkan sekolah dengan empat ruang kelas yang rawan terdampak itu segera diperbaiki.
Sementara untuk SDN Mulyoagung 2, dia melanjutkan, bagian atap sudah banyak berlubang. Plafonnya ada yang ambrol dan sebagian genting pecah. Ketika musim hujan, kelas bocor dan pembelajaran terganggu.
“Kami bakal koordinasi dengan disdik juga untuk pendataan sekolah yang harus masuk prioritas rehabilitasi,” ujar Kepala DPKCPK Farid Habibah.
Itu untuk diusulkan pada Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) APBD 2026 pertengahan tahun ini. Usulan sesuai petunjuk Bupati Malang yang ingin masalah rehabilitasi maksimal ditangani.(aff/dan)
Editor : Mahmudan