NGAJUM – Banyak model pembinaan yang diterapkan kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Dari penjara, mereka diubah menjadi petani. Rabu lalu (6/5) misalnya, 19 narapidana diajak menanam kacang tanah di Desa Balesari, Kecamatan Ngajum. Selama ini mereka berada di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Ngajum.
Untuk diketahui, di SAE Ngajum sebelumnya mereka sudah menanam kacang tanah. Januari lalu, kacang tanah hasil tanam para napi berhasil dipanen. Hasilnya mencapai 9 ton. Kini mereka menanam kacang jenis lurik madu.
Kacang dengan ciri bintik atau lurik merah dan ungu itu rasanya manis dan gurih alami, serta memiliki tekstur empuk. Ada 3-5 biji per polong.
“Ini pertama kali ditanam di sana (Ngajum). Tentu ini bagian dari upaya mendukung program ketahanan pangan,” terang Kalapas Kelas I Malang Christo Victor Nixon Toar kemarin.
Ia menjelaskan, Rabu lalu (6/5) dilakukan seremoni penanaman perdana bersama Plh Kakanwil Dirjen Pemasyarakatan Jawa Timur. Penanaman kacang jenis tersebut secara terencana dan melibatkan jajaran petugas pemasyarakatan sebagai bentuk optimalisasi pemanfaatan lahan produktif di lingkungan pemasyarakatan.
Sebanyak 200 kilogram bibit kacang tanah yang dikenal sebagai jenis Valencia itu ditanam di atas lahan seluas 5 ribu meter persegi. Pada penanaman awal, lanjutnya, bibit kacang ditanam oleh pejabat-pejabat Lapas dan Kanwil Dirjen Pemasyarakatan. Nantinya akan di-handle langsung oleh WBP di SAE Ngajum.
“Sekarang ini ada 19 WBP di sana. Merekalah yang nanti merawat sampai panen,” kata Christo.
Selain kacang tanah, Christo menambahkan, ada juga komoditas lain. Mulai terong, kubis manis, hingga sawi daging. Lalu ada peternakan dan perikanan, ikan lele, dan ayam petelur.
“Rabu lalu juga panen telur ayam dengan hasil produksi mencapai 150 kilogram. Sesuai dengan kapasitas produksi dalam sehari,” sebut Christo.
“Kami siap untuk terus mengembangkan program ketahanan pangan melalui inovasi dan optimalisasi sumber daya yang ada,” katanya.
Dia mengatakan, pertanian dan peternakan tersebut tidak hanya mendukung ketersediaan pangan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam pembinaan kemandirian warga binaan.
”Tujuannya agar mereka memiliki bekal keterampilan yang produktif setelah kembali ke masyarakat.” tandas mantan Kalapas Karawang tersebut.(biy/dan)
Editor : Mahmudan