Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Tol Malang-Kepanjen Tambah Interchange di Gondanglegi untuk Topang Wisata Pantai Selatan

Indah Mei Yunita • Senin, 18 Mei 2026 | 17:16 WIB
Kendaraan roda empat menuju pintu masuk tol Singosari kemarin. (Indah Mei Yunit)
Kendaraan roda empat menuju pintu masuk tol Singosari kemarin. (Indah Mei Yunit)

KEPANJEN, RADAR MALANG – Rencana pembangunan Jalan Tol Malang-Kepanjen kembali bergerak setelah pemerintah pusat mulai menyusun ulang studi kelayakan dan basic design proyek tersebut. Salah satu yang menjadi sorotan adalah tambahan interchange atau simpang keluar-masuk tol di Kecamatan Gondanglegi.

Tambahan akses di wilayah timur Malang itu diproyeksikan menjadi penghubung strategis menuju Jalur Lintas Selatan (JLS), kawasan wisata pantai selatan, hingga pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kabupaten Malang.

Baca Juga: Dari Exit Tol Madyopuro hingga Flyover Kedungkandang, Begini Detail Trase Ring Road di Wilayah Timur Kota Malang

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Bina Marga Kabupaten Malang Khairul Isnaidi Kusuma mengatakan, proses review feasibility study dan basic design saat ini masih berlangsung.

Berdasarkan data LPSE Kementerian PU, kontrak pekerjaan tersebut diteken pada 6 Mei 2026 dengan nilai pagu sekitar Rp 4 miliar.

“Jalan tol ini akan menghubungkan Surabaya sebagai primate city di Jawa Timur dengan Kota Malang hingga Kabupaten Malang,” ujar Khairul.

Baca Juga: Jalan Tol Malang-Kepanjen Tingkatkan Konektivitas Antar wilayah

Selain menghubungkan kawasan perkotaan, jalan tol tersebut juga diproyeksikan mempercepat akses menuju wilayah selatan Malang yang selama ini dinilai masih tertinggal dari sisi infrastruktur.

Tiga Interchange Disiapkan di Pakisaji, Gondanglegi, dan Kepanjen

Dalam dokumen review studi kelayakan, Tol Malang-Kepanjen dirancang memiliki tiga interchange utama.

Interchange Pakisaji direncanakan terkoneksi dengan Jalan Kolonel Slamet Supriyadi yang menjadi jalur nasional penghubung Malang-Blitar.

Sementara interchange Gondanglegi akan tersambung dengan Jalan Hayam Wuruk yang terhubung menuju ruas Gondanglegi-Balekambang, salah satu akses utama wisata pantai selatan.

Sedangkan interchange Kepanjen akan terhubung dengan Jalan Trunojoyo menuju kawasan perkantoran Pemkab Malang hingga Stadion Kanjuruhan.

Disiapkan Dukung Jalur Lintas Selatan (JLS)

Pemkab menilai keberadaan tol tersebut penting untuk mendukung pengembangan Jalur Lintas Selatan agar pertumbuhan ekonomi kawasan selatan tidak tertinggal jauh dari wilayah utara Jawa Timur.

“JLS ini memang dihidupkan supaya seperti jalur pantura. Sehingga disparitas pertumbuhan ekonomi antara selatan dan utara bisa seimbang, tidak terlalu jauh,” kata Khairul.

Baca Juga: Update Realisasi Pembangunan Tol Malang-Kepanjen: Masih Butuh Investor agar Cepat Terlaksana

Tol Malang-Kepanjen diperkirakan memiliki panjang sekitar 30–33 kilometer yang membentang dari Kedungkandang hingga Kepanjen.

Pembebasan Lahan Ditarget Mulai 2027

Untuk pembangunan fisik jalan tol, kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai Rp 10,7 triliun di luar biaya pembebasan lahan.

Khairul menyebut pembebasan lahan ditarget mulai dilakukan pada 2027.

“Tahun 2027, Insya Allah bisa dilaksanakan pembebasan lahannya,” terang alumnus Universitas Brawijaya tersebut.

Baca Juga: Tol Malang-Kepanjen hingga Skytrain, Berikut Lima Proyek Strategis Nasional yang Akan Terealisasi di Kabupaten Malang

Proyek Tol Malang-Kepanjen sendiri telah lama masuk daftar proyek strategis nasional dan tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 80 Tahun 2019 tentang percepatan pembangunan ekonomi Jawa Timur.

Selain itu, proyek tersebut juga masuk dalam Keputusan Menteri PUPR Nomor 367/KPTS/M/2023 tentang Rencana Umum Jaringan Jalan Nasional 2020–2040 serta tercantum dalam RPJMD dan RPJPD Kabupaten Malang.

Editor : Aditya Novrian
#interchange Gondanglegi #tol Kabupaten Malang #wisata selatan Malang #tol malang kepanjen #jalur lintas selatan