Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Ini Penyebab Kebakaran Pengolahan Limbah Plastik di Malang

Biyan Mudzaky Hanindito • Rabu, 20 Mei 2026 | 12:01 WIB

 

Kebakaran tempat pengolahan limbah plastik di Jalan Garuda, Desa Tajinan, Kecamatan Tajinan.
Kebakaran tempat pengolahan limbah plastik di Jalan Garuda, Desa Tajinan, Kecamatan Tajinan.

 

TAJINAN – Kobaran api melahap tempat pengolahan limbah plastik di Jalan Garuda, Tajinan, Senin sore (18/5). Diduga, api berasal dari puntung rokok yang dibuang sembarangan. Kerugiannya ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

Komandan Peleton (Danton) Damkar Satpol PP Kabupaten Malang Andik Minarko mengatakan, pengolahan limbah plastik tersebut milik Raihan, 31. Kobaran api diketahui warga pada pukul 16.30.

”Waktu itu kobaran api sudah membesar dari dalam area pengolahan tersebut,” terang Andik kemarin (19/5).

Lokasi pengolahan limbah bersifat terbuka. Tanpa atap yang menaungi. Pembatas hanya berupa beton dan seng yang mengelilingi area. Luasnya mencapai 130 meter persegi. Karena tempat yang terbuka itulah, warga bisa melihat langsung kobaran api di dalam.

Warga sempat khawatir kobaran api bakal merembet ke permukiman warga di sebelahnya. Agar api tidak sampai menyebar, mereka bergotong royong memadamkan kobaran api menggunakan peralatan seadanya.

Namun api tidak kunjung padam hingga pukul 17.10. Beberapa warga lantas menghubungi Markas Komando (Mako) Damkar Kabupaten Malang. Sekitar pukul 17.25, dua unit armada tiba di TKP dan langsung melakukan pemadaman. Mereka membutuhkan waktu 3,5 jam untuk memadamkan kobaran api. Sekitar pukul 20.00 api berhasil dijinakkan.

Setelah api dipastikan padam, mereka baru meneliti kondisi sekitar. Meskipun sempat menduga kebakaran dari api puntung rokok, pihaknya memasrahkan sepenuhnya kepada aparat kepolisian. ”Tapi kepastiannya masih diselidiki kepolisian,” ujar dia. (biy/dan)

Editor : Mahmudan
#kriminalitas malang #malang hari ini #Kebakaran malang