KEPANJEN - Bumi Kanjuruhan masih sering dilanda bencana, meski angkanya menurun dibanding tahun lalu. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mencatat, ada 200 bencana alam dalam kurun lima bulan, Januari-Mei 2026.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (KL) BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan mengungkap jenis bencana yang mendominasi.
“Paling banyak tanah longsor dan angin kencang,” ujar Sadono beberapa waktu lalu.
Dia lantas merinci jumlah bencana. Untuk angin kencang sebanyak 42 kejadian. Kemudian 9 banjir, 2 gempa bumi yang berakibat kerusakan infrastruktur, 50 gempa tanpa dampak, 31 pohon tumbang, dan 66 tanah longsor. Dari data tersebut, Kecamatan Pujon menjadi wilayah dengan bencana terbanyak. Yaitu dengan 20 kali bencana.
Dilanjutkan Kasembon dengan 16 bencana alam dalam lima bulan. Kedua kecamatan itu paling sering dilanda longsor.
“Yang di luar Malang Barat ada Poncokusumo dengan 16 bencana. Angin, longsor, dan pohon tumbang sama-sama tercatat di angka 4 semua,” imbuh Sadono.
Di bawahnya lagi, Kepanjen dengan total 11 bencana, 9 kejadian pohon tumbang, dan 2 angin kencang.
Namun demikian, Sadono menyebut bahwa angka bencana selama lima bulan tahun ini menunjukkan penurunan dibanding periode serupa di tahun lalu. “Tahun lalu total bencananya 223 termasuk gempa yang tidak berdampak. Tetap untuk bencana hidrometeorologi, longsor paling banyak, 46 kali kejadian,” sebut dia.
Ia menyebut, tahun lalu wilayah Kabupaten Malang dilanda oleh El Nino sepanjang tahun. Hal itu berbeda dengan tahun ini, yang berganti La Nina.
“Kalau La Nina itu artinya cuaca lebih kering,” ucap Sadono.
Mengutip laporan awal BMKG, ia menyebut bahwa La Nina diperkirakan bakal terjadi sepanjang tahun. Polanya hampir serupa seperti El Nino pada tahun lalu.
“Kemungkinan untuk puncak kekeringan terjadi pada bulan Agustus depan. Biasanya kalau ritme mulai keringnya bulan September,” ujarnya.
Namun, pihaknya masih menanti perkembangan lebih lanjut dari BMKG untuk mempersiapkan penanggulangan bencana kekeringan. (biy/dan)
Editor : Mahmudan