Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Mayoritas Kebakaran di Kabupaten Malang Terjadi pada April-Mei, Kenapa?.

Biyan Mudzaky Hanindito • Kamis, 4 Juni 2026 | 14:06 WIB

 

Memadamkan kobaran api
Memadamkan kobaran api

 

KEPANJEN – Angka kebakaran di Bumi Kanjuruhan meningkat. Dalam kurun lima bulan ini, Januari-Mei lalu, Damkar Kabupaten Malang mencatat 45 kali kebakaran. Lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu, 37 kejadian.

Komandan Peleton (Danton) Damkar Satpol PP Kabupaten Malang Andik Minarko menjelaskan, mayoritas kebakaran terjadi pada April dan Mei. Masing-masing 10 kali kebakaran. Kemudian Januari dan Februari, masing-masing 9 kejadian. Khusus Maret ada 7 kejadian.

”Yang terbanyak terbakar ialah rumah yakni 11 kejadian. Kemudian baru industri tercatat 9 kali kebakaran,” terang dia.

Sementara dari segi wilayah, Andik menyebut mayoritas kebarada di Kecamatan Singosari. Dengan total 7 kejadian. Lalu disusul oleh Karangploso dan Kepanjen, masing-masing 4 kali kebakaran.

“Ada satu korban meninggal dunia dan lima orang mengalami luka-luka,” sebut dia.

Oleh karena kebakaran lebih banyak terjadi pada rumah dan industri, dia mengatakan, mayoritas dipicu oleh korsleting listrik. Yakni 21 kejadian.

”Sementara penyebab lain jumlahnya lebih sedikit. Kelalaian pemilik bangunan tercatat 5 kejadian dan kebocoran gas 2 kejadian,” terangnya.

Tapi untuk yang masih ditangani kepolisian totalnya ada 4 kejadian. Dari total 45 kebakaran tersebut, yang tertangani sesuai respons time 15 menit hanya 19 kejadian.

Meski tahun ini terjadi peningkatan jumlah kebakaran, dia mengungkap bahwa polanya sama. Yakni mayoritas kebakaran melanda permukiman. Tahun lalu, dari 37 kejadian, 14 di antaranya menimpa rumah warga.

Demikian juga penyebab kebakaran, dipicu korsleting listrik. Semua berhasil diungkap oleh aparat kepolisian, kecuali 8 kejadian kebakaran yang sampai sekarang belum juga terpecahkan penyebabnya. Terkait kerugian materi, dia mengatakan, tahun ini lebih sedikit dari tahun 2025.

“Tahun ini totalnya Rp 6.125.000.000, sedangkan tahun lalu mencapai Rp 8.576.000.000,” tandas Andik.(biy/dan)

Editor : Mahmudan
#Malang kebakaran #kebakaran #malang hari ini