Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Perkuat Semangat Pancasila, 275 Pemuda dan Mahasiswa Ikuti Jagongan Lintas Iman di Cakra Buana Lawang

A. Nugroho • Selasa, 9 Juni 2026 | 22:08 WIB
SEMANGAT: Jagongan Lintas Iman dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila di Gedung Cakra Buana, Lawang, Senin (1/6).
SEMANGAT: Jagongan Lintas Iman dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila di Gedung Cakra Buana, Lawang, Senin (1/6).

MALANG, RADAR MALANG – 275 pemuda dan mahasiswa dari berbagai organisasi, komunitas, dan lintas agama mengikuti Jagongan Lintas Iman dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila di Gedung Cakra Buana, Lawang, 1 Juni lalu. Kegiatan tersebut menjadi ruang dialog untuk memperkuat nilai persaudaraan, toleransi, dan kebangsaan di tengah keberagaman masyarakat.

Mengusung tema Pemuda Pembawa Semangat Pancasila, kegiatan ini diinisiasi oleh GKJW Lawang bersama PAC Ansor Kecamatan Lawang dengan dukungan dari GKA Imanuel, Gereja Jago, GBI Victory, dan Komunitas Baha'i, serta berbagai organisasi kepemudaan dan komunitas lintas iman lainnya.

Suasana kebersamaan sudah terasa sejak awal acara melalui penampilan musik keroncong Swaraning Sukma dan Tari Cunduk Mendur dari GKJW Lawang. Acara kemudian dibuka dengan doa yang dipimpin Bhante Jayamedo sebagai simbol dimulainya dialog yang menjunjung tinggi nilai toleransi.

Akademisi Universitas Yudharta Pasuruan, Dr. H. Saifullah, M.HI, mengajak seluruh peserta memandang Pancasila sebagai rumah bersama yang mampu menjaga persatuan bangsa di tengah berbagai perbedaan suku, agama, maupun budaya.

Sementara itu, Dosen Psikologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Hj. Aprilia Mega Rosdiana, M.Si., CPCE, menjelaskan bahwa banyak konflik sosial berawal dari prasangka, stereotip, egoisme kelompok, serta rendahnya empati antarsesama.

Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila sesungguhnya menjadi jawaban atas persoalan tersebut.

"Karena itu, Pancasila tidak boleh berhenti sebagai hafalan, tetapi harus diwujudkan dalam perilaku sehari-hari, terutama oleh generasi muda," ujarnya.

Diskusi yang dipandu Pdt. Gide Hendro Buono, M.Fil., berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab yang menjadi fokus utama kegiatan. Berbagai isu sosial, mulai dari kesejahteraan masyarakat hingga dinamika kebijakan pemerintah, dibahas secara terbuka tanpa mengedepankan perbedaan.

Ketua pelaksana, Catur, menegaskan pentingnya menghadirkan ruang dialog bagi generasi muda.


"Kita harus memberi ruang kepada para pemuda dan pemudi untuk jagongan bersama demi kebersamaan dan kedamaian bangsa Indonesia," katanya.

Kegiatan ini juga dihadiri perwakilan MWCNU Lawang, Pemuda Muhammadiyah, Fatayat, IPNU, IPPNU, Arela, Padange Ati, Gusdurian Muda Malang, Sapta Dharma, Padepokan Dhamadipa Arama, GKA Imanuel, Gereja Jago, GBI Victory, Komunitas Baha'i, serta unsur Muspika Lawang.

Dalam sambutannya, Camat Lawang Nur Soleh Hidayat, S.STP., MM., yang didampingi Kapolsek Lawang Kompol H.M. Lutfi, S.H., M.Si. dan perwakilan Koramil, menyampaikan komitmen pemerintah dalam mendukung setiap kegiatan positif yang memperkuat kerukunan masyarakat.

"Kami selaku Muspika Kecamatan Lawang akan mendukung seluruh kegiatan positif di wilayah Lawang demi terjaganya kedamaian dan keamanan bersama," ujarnya sebelum kemudian mengajak seluruh peserta mengucapkan Salam Pancasila.

Momentum pembacaan Ikrar Paseduluran menjadi penutup yang sarat makna, dilanjutkan doa bersama oleh tokoh agama Islam, Kristen, Katolik, Buddha, Baha'i, dan Sapta Dharma untuk bangsa dan negara.

Melalui Jagongan Lintas Iman di Gedung Cakra Buana Lawang tersebut, 275 pemuda dan mahasiswa menunjukkan bahwa dialog, saling menghormati, dan semangat gotong royong merupakan modal penting untuk menjaga persatuan Indonesia.

Di tengah berbagai tantangan sosial, Pancasila kembali diteguhkan sebagai fondasi bersama dalam merawat keberagaman dan membangun masa depan bangsa. (*)

Editor : A. Nugroho
#jagongan #gkjw lawang #lawang #hari lahir pancasila #malang