Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Batu Besar di Singosari Malang Ini Ditengarai Peninggalan Zaman Megalitikum

Indah Mei Yunita • Kamis, 11 Juni 2026 | 12:10 WIB

 

BERSEJARAH: Petugas memeriksa temuan batu di Desa Watugede, Kecamatan Singosari kemarin (10/6).
BERSEJARAH: Petugas memeriksa temuan batu di Desa Watugede, Kecamatan Singosari kemarin (10/6).

 

SINGOSARI – Benda bersejarah kembali ditemukan di Bumi Kanjuruhan. Kali ini batu batolit dan batu yang diduga sebagai watu dakon. Dua batu tersebut ditemukan di Desa Watugede, Kecamatan Singosari, Selasa lalu (9/6).

Temuan tersebut diyakini memiliki potensi nilai geologi, sejarah, dan budaya yang menarik untuk diteliti lebih lanjut melalui kajian ilmiah yang komprehensif. Berdasar pengamatan awal di lapangan, batu setinggi kaki orang dewasa tersebut diduga merupakan batu batolit. Terbentuk akibat aktivitas vulkanik purba yang berkaitan dengan Gunung Sang Hyang Kemukus (Arjuna Purba). Batu batolit biasanya merupakan batuan beku intrusif berukuran besar yang terbentuk dari pembekuan magma di bawah permukaan bumi.

Selain itu, juga ditemukan batu dengan sejumlah cekungan yang oleh masyarakat setempat dikenal sebagai Watu Dakon. Batu tersebut berpotensi memiliki nilai budaya dan sejarah.

“Identifikasi terhadap temuan tersebut saat ini masih bersifat dugaan awal, sehingga memerlukan penelitian lebih lanjut oleh para ahli terkait,” ujar Pamong Budaya Ahli Muda Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang Yossy Indra Hardyanto.

Menurutnya, temuan batu tersebut menarik untuk diteliti. Sebab dapat memberi informasi mengenai sejarah geologi maupun budaya di kawasan Singosari.

“Namun untuk memastikan asal-usul, fungsi, usia, dan keterkaitannya dengan peradaban masa lalu, perlu penelitian lebih mendalam oleh ahli yang kompeten agar hasilnya dapat dipertanggungjawabkan secara akademis,” kata Yossy.

Sebagai informasi situs watu dakon umumnya dikategorikan sebagai peninggalan zaman Megalitikum (Batu Besar). Batu tersebut memiliki cekungan-cekungan yang menyerupai papan dakon atau congklak. Batu itu diduga digunakan untuk keperluan ritual, pemujaan leluhur, atau simbol kesuburan oleh masyarakat prasejarah.

Temuan dugaan benda bersejarah itu menambah warisan budaya Kabupaten Malang. Oleh karena itu, pihaknya mengajak masyarakat untuk turut menjaga dan melestarikan lokasi temuan. Serta tidak melakukan pemindahan maupun perubahan terhadap objek yang ditemukan. Hasil kajian ilmiah nanti diharapkan dapat menjadi dasar dalam upaya pelestarian, edukasi, serta pengembangan potensi warisan budaya dan geologi di Kabupaten Malang.(yun/dan).

Editor : Mahmudan
#Megalitikum #Peninggalan Sejarah #Wisata Sejarah Malang