WAJAK, RADAR MALANG – Kebakaran melanda pabrik olahan kayu PT Alam Kayu Abadi di Jalan Suropati, Desa Wajak, Kecamatan Wajak, Rabu pagi (10/6). Api diduga berasal dari kipas oven pengering kayu yang mengalami panas berlebih (overheat). Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai Rp 40 juta.
Asap tebal terlihat membumbung dari area pojok timur pabrik sekitar pukul 08.40. Sejumlah karyawan yang mengetahui kejadian itu langsung berupaya melakukan pemadaman menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) dan hidran yang tersedia di lokasi. Namun, kobaran api justru terus membesar.
Dugaan Berasal dari Kipas Oven Pengering Kayu
Komandan Peleton (Danton) Damkar Satpol PP Kabupaten Malang Andik Minarko mengatakan, kebakaran pertama kali diketahui oleh karyawan yang melihat kepulan asap tidak normal dari area oven pengering kayu.
Baca Juga: Gegara Ini, Ratusan KDKMP di Kabupaten Malang Tak Bisa Beroperasi
“Api sudah terlihat cukup besar saat diketahui. Karyawan sempat berusaha memadamkan menggunakan APAR dan hidran, tetapi tidak berhasil,” ujar Andik.
Menurut dia, berdasarkan hasil penelusuran awal dan keterangan saksi di lokasi, sumber api diduga berasal dari salah satu komponen oven pengering kayu.
“Dugaan sementara berasal dari kipas oven yang mengalami overheat,” katanya.
Pemadaman Berlangsung Hingga Empat Jam
Karena api terus membesar dan dikhawatirkan merembet ke area produksi lainnya, pihak perusahaan melaporkan kejadian tersebut kepada petugas pemadam kebakaran pada pukul 08.55.
Baca Juga: Akademisi Sarankan Rute Baru Bus Trans Jatim lewat Terminal Arjosari
Empat unit mobil pemadam kebakaran diberangkatkan lima menit kemudian dan tiba di lokasi sekitar pukul 09.20.
Proses pemadaman berlangsung cukup lama karena oven berukuran sekitar 4 x 10 meter itu sedang berisi tumpukan kayu yang tengah dikeringkan sebelum diolah menjadi triplek atau kayu lapis.
Kondisi tersebut menyebabkan banyak bara api tersimpan di sela-sela material kayu sehingga petugas harus melakukan pembasahan secara menyeluruh untuk memastikan api benar-benar padam.
“Banyak bara yang tersembunyi di dalam tumpukan kayu. Karena itu proses pemadaman dan pendinginan membutuhkan waktu cukup lama,” jelas Andik.
Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 13.00 atau hampir empat jam setelah pertama kali diketahui.
Baca Juga: Sebaran Dapur MBG di Kota Malang Diatur Ulang, Cegah Tumpang Tindih Layanan
Kerugian Ditaksir Rp 40 Juta
Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka, kebakaran mengakibatkan kerusakan pada fasilitas oven pengering beserta material kayu yang berada di dalamnya.
Petugas memastikan kobaran api tidak sempat merembet ke bangunan utama maupun area produksi lainnya.
“Tidak ada korban dalam kejadian ini. Untuk kerugian sementara diperkirakan sekitar Rp 40 juta,” tandas Andik.
Editor : Aditya Novrian