Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Inilah Lokasi Terbaru Proyek Pembangunan Alun-Alun Kepanjen Kabupaten Malang

Indah Mei Yunita • Selasa, 30 Juni 2026 | 14:51 WIB
IKON KABUPATEN: Halaman depan Stadion Kanjuruhan merupakan salah titik alternatif untuk pembangunan Alun-Alun Kepanjen.
IKON KABUPATEN: Halaman depan Stadion Kanjuruhan merupakan salah titik alternatif untuk pembangunan Alun-Alun Kepanjen.

 

KEPANJEN - Pembangunan Alun-Alun Kepanjen terus digodok Pemkab Malang. Termasuk ketetapan lokasi yang masih dalam tahap kajian. Namun, lokasi ruang terbuka publik itu ditetapkan di sekitar Stadion Kanjuruhan.

Insya Allah posisinya di depan Stadion Kanjuruhan. Saat ini masih proses finalisasi,” ujar Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Malang Tomie Herawanto kemarin (29/6).

Saat ini lokasi tersebut berupa kompleks Islamic Center. Jika tidak ada aral, alun-alun akan berada di lahan sekitar fasilitas publik yang termasuk aset daerah.

Untuk rencana anggaran dan luas lahan, pihaknya belum bisa memastikan. Namun, seperti diberitakan, setelah perubahan lokasi di sekitar stadion, kebutuhan anggaran diperkirakan sekitar Rp 150 miliar. Pemkab Malang akan memakai dana dari dividen saham pemkab di Bank Jatim. Per tahun, pemkab menerima sekitar Rp 13,8 miliar dari kepemilikan saham tersebut.

Anggaran tersebut untuk penyediaan fasilitas rest area. Jika terealisasi, di area tersebut juga akan dibangun lapak untuk UMKM dari 33 kecamatan se-Kabupaten Malang. Oleh karena itu, dia berharap, ada peningkatan ekonomi masyarakat. Utamanya di sekitar Kecamatan Kepanjen.

Sementara itu, Sekda Kabupaten Malang Budiar Anwar mengatakan, sebagai ibu kota Kabupaten Malang, Kepanjen terus berkembang menjadi pusat pemerintahan, pelayanan publik, perekonomian, serta berbagai aktivitas sosial masyarakat.

Karena itu, pihaknya berupaya menyediakan ruang publik melalui rencana pengembangan kawasan Alun-Alun Kepanjen. Berbagai gagasan yang berkembang mencerminkan tingginya kepedulian masyarakat terhadap wajah ibu kota Kabupaten Malang di masa mendatang.

Menurutnya, alun-alun bukan hanya ruang terbuka hijau. Tapi juga simbol identitas kota, ruang interaksi sosial, ruang budaya, ruang edukasi, sekaligus penggerak aktivitas ekonomi masyarakat.

“Kami berkomitmen mengedepankan pembangunan yang partisipatif, berkelanjutan, dan berorientasi pada kemanfaatan publik,” ucapnya.

Dia menegaskan, setiap langkah pembangunan harus mempertimbangkan tata ruang, lingkungan hidup, aksesibilitas, pelestarian budaya, hingga kepentingan generasi yang akan datang. Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat.

Terpisah, Bupati Malang H M. Sanusi menyampaikan, pembangunan Alun-alun Kepanjen tetap menjadi salah satu proyek strategis daerah.

“Pada 2026 ini, pembangunan akan difokuskan pada tahap perencanaan dan pengadaan lahan. Sedangkan pelaksanaan konstruksi ditargetkan dapat dimulai pada tahun 2027,” ucap orang nomor satu di lingkungan Pemkab Malang itu.

Sanusi menegaskan, pihaknya berkomitmen mengoptimalkan pelaksanaan program prioritas secara efektif dan tepat sasaran. Yakni melalui perencanaan serta pemanfaatan anggaran yang efisien, transparan, akuntabel, partisipatif, dan terukur.(yun/dan)

Editor : Mahmudan
#alun-alun kepanjen #kepanjen malang #Alun-alun Malang