Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Media Fisik Kembali Digemari di Era Digital

A
Penulis: Aldila Kyanna❯
Piringan hitam (Sumber: Pixabay @u_9iuwz8kubh)
Piringan hitam (Sumber: Pixabay @u_9iuwz8kubh)

Advertisement

MALANG, RADAR MALANG – Di tengah kemudahan layanan streaming dan penyimpanan berbasis cloud, media fisik seperti CD, piringan hitam, kaset, hingga buku cetak justru kembali menarik perhatian. Fenomena ini didorong oleh meningkatnya kesadaran bahwa media fisik masih menawarkan berbagai keunggulan yang sulit digantikan oleh konten digital.

Kepemilikan Permanen

Berbeda dengan layanan streaming yang bergantung pada langganan, media fisik memberikan kepemilikan penuh kepada pengguna. Film, album musik, atau buku yang telah dibeli tetap menjadi milik pemiliknya tanpa bergantung pada kebijakan platform. Pengguna tidak perlu khawatir kehilangan akses karena masa lisensi berakhir atau layanan dihentikan.

Advertisement

Dapat Diakses Kapan Saja

Media fisik juga memungkinkan karya dinikmati tanpa koneksi internet. Selain lebih praktis di situasi tertentu, kepemilikan fisik menjadi bentuk arsip pribadi. Tidak sedikit film, album musik, maupun gim yang pernah dihapus dari layanan digital akibat persoalan hak cipta atau keputusan perusahaan. Namun, jika seseorang telah memiliki versi fisiknya, karya tersebut tetap dapat diputar atau dibaca kapan pun tanpa bergantung pada keberadaan platform digital.

Advertisement

Budaya Mengoleksi

Bagi banyak orang, media fisik memiliki nilai yang melampaui fungsinya sebagai sarana menikmati hiburan. Sampul album, ilustrasi buku, hingga kemasan edisi khusus memberikan pengalaman yang tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh file digital. Hal ini turut mendorong tumbuhnya budaya mengoleksi, terutama di kalangan generasi muda yang mulai melihat vinyl, CD, kaset, maupun buku fisik sebagai barang koleksi dengan nilai estetika dan sentimental.

Meski media digital tetap menjadi pilihan utama karena praktis, meningkatnya minat terhadap media fisik menunjukkan bahwa kemudahan bukanlah satu-satunya hal yang dicari. Kepemilikan permanen, akses tanpa internet, serta nilai koleksi menjadi alasan mengapa media fisik masih relevan di era digital.

Advertisement
Editor : Aditya Novrian
Sumber : dikelola dari beberapa sumber

Artikel Terkait

Buku 'Untuk Perempuan 17 Tahun ke Atas', Rinda Soroti Pentingnya Kesadaran Perempuan untuk Memilih

Buku 'Untuk Perempuan 17 Tahun ke Atas', Rinda Soroti Pentingnya Kesadaran Perempuan untuk Memilih

Penulis asal Kota Malang Rinda Puspasari meluncurkan karya terbarunya yaitu novel "Untuk Perempuan 17 Tahun ke Atas". Tidak sekadar menyajikan cerita, novel ini dirancang memahami perjalanan hidup seorang perempuan

Pencinta Literasi Wajib Tahu Festival Buku di Taman Krida Budaya, Ada Diskon hingga 90 Persen

Pencinta Literasi Wajib Tahu Festival Buku di Taman Krida Budaya, Ada Diskon hingga 90 Persen

Kabar gembira bagi para pencinta liteasi, karena penerbit Gramedia mengadakan festival Semesta Buku yang dapat dikunjungi mulai tanggal 2-11 Oktober 2026. 

Jarang Dibahas, Ini 5 Karya Sastra Klasik Indonesia yang Menarik untuk Dibaca

Jarang Dibahas, Ini 5 Karya Sastra Klasik Indonesia yang Menarik untuk Dibaca

Karya sastra klasik Indonesia tidak hanya menceritakan sejarah, tetapi juga memiliki peran penting dalam perjalanan sastra nasional.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer