PAKISAJI, RADAR MALANG – Dua kebakaran terjadi di Kabupaten Malang dalam sehari pada Sabtu (5/7). Peristiwa yang berlangsung di Kecamatan Bantur dan Pakisaji itu menghanguskan gudang limbah kayu serta dapur rumah warga. Tidak ada korban jiwa, namun total kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp 35 juta.
Kedua kebakaran diduga dipicu faktor berbeda. Di Bantur, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Sementara di Pakisaji, api diduga berasal dari tungku kayu bakar yang masih menyala setelah ditinggal pemilik rumah.
Gudang Limbah Kayu Terbakar Selama Empat Jam
Kebakaran pertama terjadi sekitar pukul 01.30 WIB di Dusun Jeding, Desa Rejosari, Kecamatan Bantur. Api membakar tumpukan limbah kayu di belakang rumah milik Indra hingga kobarannya mengancam bangunan di sekitarnya.
Komandan Peleton (Danton) Damkar Satpol PP Kabupaten Malang Andik Minarko mengatakan, penyebab pasti kebakaran belum diketahui karena tidak ada saksi yang melihat awal munculnya api.
Baca Juga: Siang dan Malam Kebakaran di Kabupaten Malang, Rp 22 Juta Melayang
"Pelapor melihat asap tebal dari belakang rumah. Setelah dicek, tumpukan mebel dan limbah kayu sudah terbakar. Pelapor kemudian menghubungi Damkar dan melakukan pemadaman awal dengan peralatan seadanya," ujarnya.
Material limbah kayu yang mudah terbakar membuat proses pemadaman berlangsung cukup lama. Petugas membutuhkan waktu sekitar 4,5 jam untuk memastikan api benar-benar padam.
Luas area yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 4 x 8 meter dengan nilai kerugian sekitar Rp 10 juta.
Tungku Tradisional Diduga Jadi Pemicu
Beberapa jam berselang, kebakaran kembali terjadi sekitar pukul 19.00 WIB di Dusun Tambaksari, Desa Jatisari, Kecamatan Pakisaji.
Korbannya adalah Sunapi, 68, yang kehilangan sebagian dapur rumahnya akibat kobaran api.
Andik menjelaskan, kebakaran diduga bermula ketika pemilik rumah selesai memasak menggunakan tungku kayu bakar. Bara api yang belum benar-benar padam kemudian menyambar tumpukan kayu di sekitar tungku.
"Pemilik memasak air menggunakan tungku tradisional, kemudian ditinggal menonton televisi dan lupa memadamkan api hingga benar-benar padam. Api kemudian menyambar kayu di sekitarnya," jelasnya.
Api membakar sebagian dapur berukuran sekitar 6 x 8 meter. Keluarga korban sempat berusaha memadamkan kobaran api sebelum akhirnya meminta bantuan petugas.
Laporan diterima Damkar sekitar pukul 19.35 WIB. Dua unit mobil pemadam tiba sekitar 20 menit kemudian dan berhasil menguasai api sekitar pukul 20.30 WIB.
Baca Juga: Begini Cara Warga Kota Malang Menanggulangi Kebakaran Menggunakan Cara Tradisional
Total Kerugian Mencapai Rp 35 Juta
Tidak ada korban jiwa dalam dua peristiwa tersebut. Namun, kebakaran di Pakisaji menyebabkan kerugian sekitar Rp 25 juta, sedangkan kebakaran di Kecamatan Bantur diperkirakan menimbulkan kerugian Rp 10 juta.
"Khusus yang di Bantur, kerugiannya sekitar Rp 10 juta," tegas Andik.
Damkar Kabupaten Malang mengimbau masyarakat memastikan api dari tungku maupun sumber panas lainnya benar-benar padam sebelum meninggalkan rumah. Selain itu, bahan-bahan yang mudah terbakar sebaiknya disimpan jauh dari sumber api untuk mengurangi risiko kebakaran.
Editor : Aditya Novrian