Nasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Olahraga Wisata-Kuliner Sosok Pendidikan Ekonomi-Bisnis Opini Politik-Pemerintahan

Inilah Dua Lokasi yang Masuk Opsi Pembangunan Alun-Alun Kepanjen

Indah Mei Yunita • Selasa, 7 Juli 2026 | 16:33 WIB

 

RUANG PUBLIK: Kendaraan melintasi lahan kosong di sisi barat Stadion Kanjuruhan, Jalan Trunojoyo, Kepanjen kemarin (6/7).
RUANG PUBLIK: Kendaraan melintasi lahan kosong di sisi barat Stadion Kanjuruhan, Jalan Trunojoyo, Kepanjen kemarin (6/7).

 

KEPANJEN – Lokasi Alun-Alun Kepanjen mengerucut dua opsi. Yakni sisi barat Stadion Kanjuruhan. Opsi lainnya di sisi utara atau depan stadion, tepatnya di sekitar kompleks Islamic Center.

Kamis (2/7) lalu, Bupati Malang H M. Sanusi didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang Budiar Anwar meninjau salah satu opsi lokasi. Yakni di depan Stadion Kanjuruhan. Meski sudah melakukan peninjauan, Pemkab Malang memilih satu di antara dua opsi tersebut.

Anggota DPRD Kabupaten Malang Zulham Akhmad Mubarrok mengatakan, hingga kini belum ada keputusan terkait ketetapan lokasi Alun-Alun Kepanjen.

”Informasi yang saya terima, ketetapan lokasi menguat di dua opsi. Pertama yaitu konsep awal di belakang perkantoran pemkab atau di Islamic Center. Kemudian opsi kedua di barat stadion,” ujar Zulham kemarin (6/7).

Menurut dia, kedua lokasi tersebut sudah ideal untuk dibangun Alun-Alun Kepanjen. Namun dia menyarankan kepada pemkab untuk mempertimbangkan lokasi dengan biaya pengadaan yang lebih efisien.

Di antara dua opsi tersebut, pihaknya lebih condong memilih lokasi di bagian barat Stadion Kanjuruhan. Menurutnya, opsi tersebut membutuhkan anggaran yang lebih rendah.

”Jika dibangun di sisi barat Stadion Kanjuruhan, tidak perlu mengubah lahan yang sudah ditetapkan LSD lahan sawah dilindungi),” kata politisi PDI Perjuangan itu.

Selain itu, dia melanjutkan, pembangunan alun-alun di sisi barat stadion berpotensi menambah akses baru. Sehingga pusat keramaian tetap di Stadion Kanjuruhan yang di sekitarnya ada alun-alun. Kemudian, dia melanjutkan, berpotensi juga menambah jalan baru menuju Yonzipur.

“Artinya, kami tidak perlu memindah keramaian karena sudah berpusat di satu kompleks,” imbuhnya.

Meski baru penentuan ketetapan lokasi, dia melanjutkan, target bupati memulai pembangunan fisik tahun depan dinilai masuk akal. Sebab, tahun ini pembahasan terkait lahan tersebut ditarget sudah tuntas.

Zulham menyebut, penetapan lokasi diharapkan segera final agar pembangunan terbebas dari kepentingan luar. Dia mewanti-wanti agar penentuan koordinat Alun-Alun Kepanjen didasarkan pada asas manfaat masyarakat, bukan karena adanya tekanan dari investor maupun makelar tanah. Pasalnya, ketidakpastian titik lokasi yang berlarut-larut justru akan terus memicu spekulasi dari para pemburu lahan yang ingin mengambil keuntungan sepihak.(yun/dan).

Editor : Mahmudan
#alun-alun kepanjen #Alun-alun Malang #Pemkab Malang