KEPANJEN – Hampir tujuh bulan ini, Januari-Juli, Kabupaten Malang dilanda ratusan bencana hidrometeorologi. Kini, badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) mulai fokus mengantisipasi bencana kekeringan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (KL) BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan memaparkan, bencana terkait cuaca buruk atau hujan disertai angin kencang dalam tujuh bulan ini mencapai 148 peristiwa. Mayoritas tanah longsor.
Terdiri atas 42 kali bencana angin kencang, 9 banjir, 31 kasus pohon tumbang, dan 66 kali tanah longsor.
”Selama tujuh bulan (Januari-Juli) totalnya 150 bencana. Dua di antaranya itu gempa bumi yang menyebabkan kerusakan bangunan,” kata Sadono.
Sementara untuk gempa bumi, sebenarnya selama 7 bulan tercatat 79 kali. Semuanya terjadi di lempeng Indo-Australia di pantai selatan Malang. Akan tetapi semuanya memiliki skala richter yang tergolong kecil. Sehingga tidak memberi dampak apa-apa.
BPBD melihat bencana yang berkaitan dengan cuaca basah semakin hari semakin berkurang. Terlebih, cuaca lebih sering panas dan cerah.
”Kini fokus kami beralih dari hidrometeorologi ke bencana kekeringan,” kata dia.
Sadono mengatakan, pihaknya mendapatkan tembusan dari Kecamatan Sumbermanjing Wetan mengenai ancaman kekeringan di tiga desa.
“Sesuai laporan ada di Desa Sitiarjo, Kedungbanteng, dan Sumberagung,” sebut dia.
Berdasar hasil monitoring ke Desa Sitiarjo dan Kedungbanteng, dia melihat debit air di sumur-sumur warga mulai menurun. Tapi ketersediaan air bersih masih mencukupi kebutuhan air warga.
Kondisi berbeda dengan Sumberagung. Sejak beberapa tahun lalu desa tersebut langganan kekeringan air dan selalu mendapatkan bantuan air bersih dari pemda.
“Mulai dua pekan sebelum monitoring, debit air dari belik dan sumur warga sudah menurun. Tinggal 30 persen dari kondisi normal,” papar Sadono.
Kondisi tersebut terlihat di RT 13 dan RT 14 RW 2 Dusun Krajan.
“Kondisi 30 persen dari normal itu cukup untuk kebutuhan seperti masak dan minum. Tapi untuk keperluan lain seperti mencuci pakaian harus ke Sungai Mbambang yang jaraknya 1,5 kilometer dari RW 2,” ujar dia.(biy/dan)
Editor : Mahmudan