KEPANJEN - Sektor peternakan sapi perah di Kabupaten Malang menunjukkan tren positif. Salah satunya produksi susu. Potensi besar tersebut mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat melalui penguatan kolaborasi untuk meningkatkan produksi susu nasional. Sekaligus mendorong kesejahteraan para peternak.
Hal tersebut terungkap dalam rapat koordinasi (rakor) strategis sektor persusuan yang dipimpin langsung oleh Wakil Menteri Koordinator (Wamenko) Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq beberapa waktu lalu. Rapat yang digelar di Hotel Grand Mercure Malang tersebut juga dihadiri Wakil Bupati Malang Lathifah Shohib.
“Kabupaten Malang mendapatkan bantuan 60 ekor sapi perah. Bantuan tersebut telah didistribusikan masing-masing 30 ekor untuk wilayah Ngantang dan 30 ekor untuk Pujon,” ujar Wabup Malang Lathifah Shohib beberapa waktu lalu.
Dia berharap bantuan tersebut dapat menjadi pemantik semangat bagi para peternak untuk terus mengembangkan usaha produksi susu.
Dia menambahkan, pengembangan produksi susu tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, melainkan juga menjadi peluang besar dalam menggerakkan ekonomi masyarakat. Kawasan sentra susu seperti Pujon, Ngantang, Jabung, dan wilayah sekitar industri pengolahan susu memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan.
Sebagai informasi, sekitar 60 persen produksi susu di Indonesia berasal dari Jatim. Termasuk Kabupaten Malang yang menjadi salah satu sentra produksi susu. Berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, produksi susu sapi Kabupaten Malang mencapai 150.660 ton pada 2025. Jumlah tersebut merupakan 31 persen dari produksi di Jatim yang mencapai 475.394 ton. Sementara Pujon dan Ngantang merupakan kecamatan dengan populasi sapi perah terbanyak.
Terlebih, dia melanjutkan, meningkatnya kebutuhan susu nasional seiring dengan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) membuka peluang pasar yang semakin luas bagi para peternak dan pelaku usaha susu.
“Sekarang ini geliat ekonomi dari produksi susu mulai tumbuh. Tidak hanya KUD (Koperasi Unit Desa), saat ini mulai bermunculan industri rumah tangga yang mengolah susu menjadi produk kemasan praktis dan mampu dipasarkan hingga luar Kabupaten Malang,” kata dia.
Selain peningkatan produksi susu, rapat koordinasi tersebut membahas aspek penting lainnya, yakni ketahanan pakan (feed security). Ketersediaan pakan yang cukup dan berkualitas menjadi faktor utama dalam menjaga produktivitas serta keberlanjutan populasi sapi perah.(yun/dan).
Editor : Mahmudan