KEPANJEN, RADAR MALANG – Tahun ini, Kabupaten Malang mendapatkan bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI. Bantuan tersebut untuk perikanan darat tematik dengan komoditas ikan nila dan lele. Total ada 27 desa yang bakal mendapatkan bantuan dengan nilai Rp 1 miliaran tersebut.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Malang Victor Sembiring mengatakan, bantuan tersebut adalah paket yang diberikan kepada satu desa untuk mengembangkan perikanan darat. “Diberikan pada desa-desa yang terpilih melalui survei. Mereka akan mendapatkan paket budidaya ikan darat tematik, dengan target panen 10 ton ikan lele atau nila,” terang Victor kemarin (14/8).
Mekanismenya, dia melanjutkan, kegiatan budidaya ikan tersebut akan menggunakan tanah kas desa (TKD). Bantuan dana digunakan untuk pembangunan kolam dan sarana-sarana pendukung kolam. Jatah sarpras di masing-masing desa senilai Rp 1,1 miliar sampai Rp 1,2 miliar.
Semuanya melalui dua tahap survei. Yang dinilai adalah kelayakan lokasi dan ketersediaan air untuk ikan yang akan dibudidayakan. “Pada tahap pertama ada 19 desa yang lolos verifikasi. Kemudian tahap dua ada delapan desa,” sebut dia.
Desa yang lolos verifikasi pada tahap pertama adalah Dengkol dan Randuagung di Kecamatan Singosari, Turirejo di Kecamatan Lawang, Kedungpendaringan di Kecamatan Kepanjen. Lalu ada Balearjo dan Sidorejo di Kecamatan Pagelaran, Kesamben di Kecamatan Ngajum, lalu Sitiarjo dan Ringinsari di Sumbermanjing Wetan, dan Sidorejo di Jabung.
Baca Juga: Menteri KKP Tinjau Progres Kampung Nelayan Merah Putih Pujiharjo
Selain itu, juga ada Desa Mulyoagung di Kecamatan Dau, Lebakharjo di Kecamatan Ampelgading, Bumirejo dan Rembun di Kecamatan Dampit, dan Gadungsari di Tirtoyudo. Juga Desa Pandansari di Kecamatan Poncokusumo, Ngabab di Kecamatan Pujon. Serta Tajinan dan Gunungsari di Kecamatan Tajinan.
“Untuk tahap dua, ada delapan desa yang lolos. Yaitu Desa Tumpang, Sumberpasir di Pakis, Rejosari di Bantur, Sumberejo di Gedangan, Dalisodo di Wagir, Palaan di Ngajum, Karangduren di Pakisaji, dan Sukoanyar di Wajak,” papar Victor.
Victor mengatakan, sementara ini pihaknya menunggu kapan bantuan tersebut akan dikucurkan. “Kami tinggal menunggu pelaksanaan pembangunan serta penyerahan bangunan kolam dan sarana budidaya lainnya, sementara ini baru survei,” katanya. ”Kalau kontrak penyedia dan pelaksanaan tunggu dari pusat, perkiraan bulan September 2026 sudah pelaksanaan,” tambahnya.(biy/dan)
Editor : A. NugrohoSumber : Radar Malang