Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bunuh Teman, Lalu Jenazah Dicor

B
KASUS PEMBUNUHAN: Yohanes Deby Febriansyah, 22, warga Desa Pandansari Lor, Jabung duduk di kursi terdakwa mendengarkan putusan hakim PN Kepanjen.
KASUS PEMBUNUHAN: Yohanes Deby Febriansyah, 22, warga Desa Pandansari Lor, Jabung duduk di kursi terdakwa mendengarkan putusan hakim PN Kepanjen.

Advertisement

KEPANJEN, RADAR MALANG - Ulah Yohanes Deby Febriansyah, 22, tidak terpuji. Gegara cekcok, pemuda asal Desa Pandansari Lor, Jabung itu tega membunuh temannya, lalu jenazah dicor untuk menghilangkan jejak. Hakim Pengadilan Negeri (PN) Kepanjen menjatuhkan vonis 20 tahun penjara atas perbuatan tersebut.

Korban Hanifa Mufidatus Zahro, 17, merupakan teman pelaku. Gadis asal Ngajuk dibunuh pada 13 Februari lalu. Keduanya berkenalan di angkringan Pasar Kertosono pada 3 Desember 2025 lalu. Setelah perkenalan itu, keduanya berhubungan jarak jauh. Hanifa di Nganjuk, Yohanes di Jabung. Sampai pada 11 Februari 2026 keduanya bersepakat bertemu. Korban pamit kepada orang tuanya untuk bertemu pelaku di Kertosono. Pada pukul 18.30, keduanya bertemu.

Advertisement

Dengan menggunakan motor Honda Beat nopol AG 2058 XM punya Hanifa, mereka berjalan-jalan. Awalnya ke Alun-Alun Kediri, lalu dilanjutkan ke arah Malang.

Keduanya ke Batu dan sempat mampir di sebuah Villa di Songgoriti Batu sekitar pukul 21.30.

Setelah itu, Hanifa dibawa ke rumah Yohanes di Jabung. Namun sesampai di SPBU Malangsuko, Tumpang, motor Hanifa mogok. “Motor itu dititipkan di SPBU, korban dijemput keluarganya,” kata Hakim Ketua Rakhmat Rusmin Widyartha SH membaca fakta persidangan beberapa waktu lalu.

Pada 12 Februari pukul 08.00, motor itu diambil lagi untuk diperbaiki di sebuah bengkel di Pandansari Lor, Jabung, tak jauh dari rumah pelaku. Baru pada 13 Februari pukul 18.15, Yohanes menjemput Hanifa. Awalnya mau langsung pulang ke Nganjuk, tapi belok dulu ke Alun-Alun Merdeka Malang. Sekitar tiga jam di alun-alun, pada 21.30 mereka mengarah ke Jabung untuk ambil motor korban. “Tapi sesampai di Simpang Empat Desa Asrika ton, Kecamatan Pakis keduanya cekcok karena masalah uang,” sebut Rakhmat.

Adu mulut berlangsung sampai di Pandansari Lor, sekitar 200 meter dari rumah terdakwa. Karena emosi, laju motor dihentikan, kemudian Yohanes mencekik Hanifa sampai lemas dan jatuh.

“Untuk memastikan korban sudah tak bernyawa, terdakwa menarik bra korban dan menyumpalkannya ke mulut korban. Lalu mengikat tangan dan kaki pakai tali jaket, kaos, dan celana panjang korban,” imbuh dia.

Tubuh korban yang belum meninggal itu pun digeletakkan di tepi jalan, tertutup semak-semak. Saat itu korban masih bernapas dan merintih. “Terdakwa mengaku mencekik supaya korban berhenti mengoceh, tapi menurut majelis hakim hal itu sangat berbahaya dan dapat menghilangkan nyawa,” sebut Rakhmat.

Korban dibiarkan tergeletak, kemudian Yohanes pergi ke rumah untuk mengambil karung besar putih, kawat, dan karet tali ban. Tangan dan kaki korban pun diikat lagi sebelum dimasukkan ke karung.

Advertisement
Editor : A. Nugroho
Sumber : Radar Malang

Artikel Terkait

Ironis! Gol Bunuh Diri Mohamed Hany Antar Piala Dunia 2026 Pecahkan Rekor

Ironis! Gol Bunuh Diri Mohamed Hany Antar Piala Dunia 2026 Pecahkan Rekor

Gol bunuh diri Mohamed Hany saat Mesir menghadapi Australia membuat Piala Dunia 2026 resmi menjadi edisi dengan jumlah gol bunuh diri terbanyak sepanjang sejarah, melampaui rekor Piala Dunia 2018.

Ingin Beli Ponsel tapi Tak Punya Uang, Pemuda Ini Nekat Merampok dan Bunuh Neneknya Sendiri

Ingin Beli Ponsel tapi Tak Punya Uang, Pemuda Ini Nekat Merampok dan Bunuh Neneknya Sendiri

pa yang dilakukan Trio Candra Prasetyo, 18, sungguh di luar nalar. Pemuda asal Desa Sidorenggo, Kecamatan Ampelgading itu tega menghabisi nyawa neneknya sendiri. Uang hasil rampokan dipakai untuk membeli ponsel.

Pasokan Pertalite di SPBU Pakisaji Malang Mulai Normal, Antrean Kendaraan Perlahan Berkurang

Pasokan Pertalite di SPBU Pakisaji Malang Mulai Normal, Antrean Kendaraan Perlahan Berkurang

Pasokan Pertalite di SPBU Pakisaji 02 kembali normal setelah pengiriman sebanyak 24.000 liter tiba pada Minggu (18/10) sore. Pada Senin (19/10), stok BBM di SPBU tersebut terpantau aman dan antrean kendaraan lancar

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer