BMKG Sebut Laut di Malang Selatan Terancam Gelombang Tinggi hingga 2,7 Meter

Ramizard Rafsanjani • Dipublikasikan Rabu, 19 Agustus 2026 | 13:22 WIB

 

Petugas BMKG
Petugas BMKG

 

KEPANJEN – Para nelayan di Sendangbiru sebaiknya waspada saat melaut. Itu karena cuaca ekstrem mengancam dalam beberapa hari ke depan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi memperkirakan adanya gelombang setinggi 2,7 meter dalam beberapa hari ke depan.

Juga disertai angin kencang dengan kecepatan 54 kilometer per jam.

”Dalam tiga hari ke depan, untuk perairan selatan, termasuk pesisir Malang, gelombang laut dapat mencapai 2,7 meter,” ujar Prakirawan BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Maritim Tanjung Perak Muhamad Biyadihie ujar Biyadihie kemarin.

Biyadihie mengatakan, intensitas gelombang laut tersebut sudah masuk dalam kategori tinggi dan berbahaya. Menurutnya, angin kencang yang menimbulkan gelombang tinggi tersebut dipicu oleh puncak musim kemarau akibat aktivitas Muson Australia yang sangat intens.

Kondisi cuaca ekstrem tersebut dinilai sangat membahayakan keselamatan nelayan, khususnya pengguna kapal-kapal berukuran kecil.

"Kami dari BMKG menyarankan dua hingga tiga hari ke depan untuk tidak melaut dulu karena kondisi yang tidak bersahabat ini," tegasnya.

Kendati demikian, pihaknya menegaskan, kewenangan untuk melarang pelayaran secara administratif tetap berada di tangan UPT berwenang di lokasi. BMKG hanya bertindak mengeluarkan informasi resmi sebagai acuan mitigasi bencana.

Berdasarkan analisis cuaca, gelombang tinggi di wilayah tersebut diperkirakan masih akan berlangsung signifikan hingga 21 Agustus depan. Kondisi perairan diprediksi mulai melandai secara bertahap pada 22 dan 23 Agustus depan.

Menanggapi isu yang beredar, Biyadihie memastikan bahwa gelombang tinggi di Malang Selatan tidak berkaitan dengan tsunami di utara Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Secara langsung tidak ada dampak dari tsunami di daerah NTT," pungkasnya.(ram/dan)

Editor : Mahmudan
Gelombang di Pantai Malang Selatan cuaca ekstrem cuaca di malang