Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

10 Rumah di Singosari Rusak akibat Puting Beliung, Begini Kondisinya

A
Penulis: Aditya Novrian❯
AKIBAT CUACA EKSTREM: Personel BPBD Kabupaten Malang meninjau kerusakan akibat puting beliung di Dusun Purworejo, Desa Tunjungtirto, Kecamatan Singosari, Sabtu sore (11/4). (BPBD Kabupaten Malang)
AKIBAT CUACA EKSTREM: Personel BPBD Kabupaten Malang meninjau kerusakan akibat puting beliung di Dusun Purworejo, Desa Tunjungtirto, Kecamatan Singosari, Sabtu sore (11/4). (BPBD Kabupaten Malang)

Advertisement

SINGOSARI, RADAR MALANG – Angin kencang disertai puting beliung menerjang Dusun Purworejo, Desa Tunjungtirto, Kecamatan Singosari, Sabtu sore (11/4). Akibatnya, 10 rumah warga mengalami kerusakan, terutama pada bagian atap.

Peristiwa tersebut terjadi setelah wilayah setempat diguyur hujan deras sejak siang hari. Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan menjelaskan, hujan dengan intensitas tinggi mulai turun sekitar pukul 12.00 disertai angin kencang.

Kondisi itu kemudian memburuk menjelang sore. Sekitar pukul 14.45, angin berubah menjadi pusaran dan membentuk puting beliung. ”Berdasarkan keterangan kepala dusun, arah angin bergerak dari selatan ke utara,” ujar Sadono.

Advertisement

Hujan baru mereda sekitar pukul 15.05. Namun, dalam rentang waktu tersebut, angin kencang sudah lebih dulu menyebabkan kerusakan pada rumah warga. Mayoritas kerusakan terjadi pada bagian atap yang terlepas dan terbawa angin.

Tim BPBD Kabupaten Malang turun ke lokasi pada pukul 16.38 untuk melakukan asesmen. Hasil pendataan menunjukkan kerusakan terkonsentrasi di RT 1, 2, 3, dan 5 RW 3 Dusun Purworejo.

Dari total 10 rumah terdampak, delapan unit mengalami kerusakan ringan, sedangkan dua lainnya rusak sedang. Meski demikian, tidak ada warga yang harus mengungsi.

Advertisement

”Total ada 33 warga terdampak. Untuk sementara mereka masih bertahan di rumah masing-masing,” jelasnya.

BPBD memperkirakan total kerugian akibat kejadian tersebut mencapai sekitar Rp 65 juta. Kerugian berasal dari kerusakan bangunan, terutama atap rumah yang rusak atau hilang.

Upaya pembersihan material sempat tertunda karena hujan masih turun hingga malam hari. Warga baru bisa melakukan kerja bakti keesokan harinya.

”Pembersihan dilanjutkan pagi hari dan siangnya sudah selesai,” tambah Sadono.

Advertisement

Artikel Terkait

 Jayanti Renggo Fest #2 Digelar di Singosari, Hadirkan Bazar UMKM dan Kesenian Lokal 

Jayanti Renggo Fest #2 Digelar di Singosari, Hadirkan Bazar UMKM dan Kesenian Lokal 

Jayanti Renggo Fest #2 digelar di Candirenggo, Singosari, pada 19-21 November 2026. Festival ini menghadirkan bazar UMKM, kuliner jadul, perlombaan, serta pertunjukan seni dan budaya lokal.

Pemkab Malang Anggarkan Rp 400 Juta untuk Perbaikan Dua Kelas SDN 1 Ardimulyo

Pemkab Malang Anggarkan Rp 400 Juta untuk Perbaikan Dua Kelas SDN 1 Ardimulyo

Pemkab Malang menganggarkan Rp 400 juta untuk merehabilitasi dua ruang kelas SDN 1 Ardimulyo pada 2026.

Digitalisasi Bank Sampah Banjararum Didorong untuk Jaga Partisipasi Warga

Digitalisasi Bank Sampah Banjararum Didorong untuk Jaga Partisipasi Warga

Bank sampah tidak cukup hanya dibentuk dan dijalankan. Keberlanjutannya sangat bergantung pada kemampuan pengelola menjaga partisipasi warga secara konsisten.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer