MALANG, RADAR MALANG – Puluhan ribu warga memadati Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu malam (29/8), dalam puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) yang digelar DPW PAN Jawa Timur. Pengajian akbar bersama Gus Iqdam dan jemaah Sabilu Taubah menjadi agenda utama yang menyedot antusiasme masyarakat dari berbagai daerah di Malang Raya hingga luar Malang.
Rangkaian HUT PAN berlangsung sejak pagi hingga malam dengan beragam kegiatan kerakyatan. Mulai tebus murah 3.500 paket sembako, hiburan rakyat, hingga penampilan musisi sekaligus politikus Pasha yang turut memeriahkan perayaan puncak HUT PAN. DPW PAN Jatim menargetkan sekitar 30 ribu warga mengikuti seluruh rangkaian acara, termasuk pengajian bersama Gus Iqdam.
Ketua DPD PAN Kabupaten Malang H. Makhrus Sholeh, SH mengatakan pengajian akbar tersebut merupakan bentuk rasa syukur PAN di usia ke-28 sekaligus ikhtiar mendekatkan partai dengan masyarakat melalui kegiatan keagamaan dan sosial.
Kami ingin mengajak masyarakat ngaji bersama dan berdoa agar Kabupaten Malang, Jawa Timur, dan Indonesia diberikan kemakmuran serta keberkahan,” ujar Makhrus.
Dalam tausiyahnya, Gus Iqdam menyampaikan pesan agar setiap orang berusaha menjadi pribadi yang membawa manfaat bagi sesama. Menurut Pengasuh Majelis Sabilu Taubah itu, kebermanfaatan tidak selalu diwujudkan dalam bentuk materi, tetapi juga melalui sikap dan perbuatan baik.
Jadilah seperti makanan yang bisa bermanfaat untuk orang lain, atau seperti dokter yang menyembuhkan orang lain. Jangan menjadi penyakit yang menyusahkan orang lain,” pesannya di hadapan puluhan ribu jemaah.
Jadilah seperti makanan yang bisa bermanfaat untuk orang lain, atau seperti dokter yang menyembuhkan orang lain. Jangan menjadi penyakit yang menyusahkan orang lain,” pesan Gus Iqdam.
Gus Iqdam juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah menilai atau menghakimi seseorang tanpa mengetahui fakta yang sebenarnya.
Jangan menyimpulkan sesuatu yang belum pernah dilihat sendiri,” tegasnya.
Ia menambahkan, ulama memiliki peran sebagai pondasi moral bangsa, sedangkan para pejabat menjalankan amanah untuk melayani masyarakat. Karena itu, keduanya harus berjalan beriringan demi menghadirkan kemaslahatan bagi umat.
Menurut Gus Iqdam, inti pengajian Sabilu Taubah adalah mengajak setiap orang menjadi manusia yang bermanfaat bagi dunia maupun akhirat. Jika belum mampu membantu orang lain dengan harta atau barang, setidaknya bisa memberi manfaat melalui tenaga, ilmu, maupun tutur kata yang baik.
Suasana pengajian semakin semarak saat PAN membagikan hadiah dengan total nilai puluhan juta rupiah kepada peserta. Sejumlah jemaah membawa pulang hadiah uang tunai, sementara hadiah utama berupa sepeda motor diberikan kepada seorang guru ngaji sebagai bentuk apresiasi.
Pengajian akbar ditutup dengan doa bersama yang diikuti puluhan ribu jemaah di Stadion Kanjuruhan. Puncak HUT ke-28 PAN pun berlangsung meriah sekaligus membawa pesan kebersamaan, kepedulian sosial, dan pentingnya menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama. (llk)
Editor : A. Nugroho