Home Industry Tusuk Sate Kebakaran

Ramizard Rafsanjani • Dipublikasikan Sabtu, 12 September 2026 | 14:07 WIB
BERJIBAKU: Petugas damkar berjibaku memadamkan kobaran api yang menghanguskan industri tusuk sate di Desa Talok, Kecamatan Turen, Kamis (10/9) malam. Foto kiri,
BERJIBAKU: Petugas damkar berjibaku memadamkan kobaran api yang menghanguskan industri tusuk sate di Desa Talok, Kecamatan Turen, Kamis (10/9) malam. Foto kiri,

TUREN, RADAR MALANG – Home industry tusuk sate di Jalan Sumber RT 02 RW 04 Dusun Madyorenggo, Desa Talok, Kecamatan Turen menga lami kebakaran, Kamis malam (10/9). Diduga, api berasal dari percikan mesin oven pengering kayu yang korsleting. Kerugian material ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Informasi yang dihimpun, home industry tersebut milik Sentot, 66. Dia berdomisili tak jauh dari pabriknya.

personel menyemprotkan air di tengah kobaran api. Proses pemadaman membutuhkan waktu sekitar sekitar 4 jam.
personel menyemprotkan air di tengah kobaran api. Proses pemadaman membutuhkan waktu sekitar sekitar 4 jam.

”Ada dugaan korsleting listrik yang menimbulkan percikan, kemudian menyambar kayu, bambu, dan bahan-bahan yang mudah terbakar,” ujar Danton Damkar Kabupaten Malang Andik Minarko kemarin (11/9).

Sekitar pukul 16.00, Erdik Susanto salah satu pegawai masih bekerja di gudang untuk mengeringkan kayu menggunakan mesin oven. Setelah pekerjaan selesai, seluruh karyawan meninggalkan lokasi, termasuk Erdik.

Sekitar tiga setengah jam kemudian, Erdik melihat kobaran api membubung dari bagian atap gudang. Dia lantas meminta bantuan warga sekitar untuk melakukan pemadaman. Api dengan cepat membesar karena di dalam gudang terdapat kayu, bambu, serta bahan baku tusuk sate yang mudah terbakar.

Baca Juga: Kebakaran Dapur RSSA Malang, 19 Pasien Anak Dievakuasi ke Gedung Grand Paviliun

Warga yang mengetahui kejadian tersebut kemudian menghubungi perangkat Desa Talok dan petugas pemadam kebakaran. Sekitar pukul 20.00, petugas pemadam mulai melakukan penanganan di lokasi. ”Kami mengerahkan empat armada dengan 11 personel. Pemadaman juga dibantu satu armada PT Pin dad,” terang Andik.

Besarnya kobaran api membuat proses pemadaman membutuhkan waktu cukup lama. Selain membakar bangunan, api juga melalap sejumlah peralatan produksi di dalam home industry tersebut.

Setelah berjibaku dengan si jago merah, api berhasil dipadamkan pukul 00.30 dini hari. Tugas diakhiri dengan pembahasan. Personel damkar menyemprotkan air di titik-titik yang berpotensi api kembali menyala.

Baca Juga: Kejadian Kebakaran di Kota Malang  Meningkat selama 3 Bulan  

 ”Tidak ada korban jiwa. Tapi home industry seluas sekitar 420 meter persegi, mesin pengering kayu, 16 mesin penggesek kayu, dan mesin blower rusak,” katanya.

Dia memperkirakan, kerugian material yang dialami korban mencapai RP 400 juta. ”Pemadaman api dibantu Pemdes Talok, Kecamatan Turen, Babinsa, Polsek Turen, relawan PMI, Redcar, Tagana, dan MSR Turen,” pungkas Andik.(ram/dan)

Editor : Aditya Novrian
Sumber : Radar Malang
kebakaran Pemdes Si Jago Merah home industry