Nasional Internasional Malang Hari Ini Kriminal-Kasuistika Peristiwa Olahraga Wisata-Kuliner Ekonomi-Bisnis Opini Pendidikan Politik Sosok

Malang Dilanda Gempa Tiap Dua Hari Sekali

Mahmudan • 2024-08-23 17:35:00
DETEKSI GEMPA: Bagian Operasional BMKG Stasiun Geofisika Karangkates Sarkoni menunjukkan alat penerima informasi gempa bumi dan peringatan dini tsunami. (Hanif/Radar Malang)
DETEKSI GEMPA: Bagian Operasional BMKG Stasiun Geofisika Karangkates Sarkoni menunjukkan alat penerima informasi gempa bumi dan peringatan dini tsunami. (Hanif/Radar Malang)

 

KEPANJEN – Warga Malang perlu mewaspadai ancaman gempa. Sebab, Bumi Kanjuruhan kerap dilanda gempa. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Stasiun III Malang mencatat, dalam delapan bulan ini terdapat  5.412 kali gempa bumi. Namun yang peristiwanya terpusat di Malang ada 204 kali gempa. Khusus Agustus ini ada 15 gempa. Jika dirata-rata, setiap dua hari sekali Malang dilanda gempa bumi.

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Stasiun III Malang Mamuri memaparkan, gempa yang berpusat di Malang tersebut sebagian besar terjadi di laut selatan Malang. “Gempa-gempa itu memiliki magnitude (kekuatan) di bawah 5 Skala Richter (SR),” ujar Mamuri, kemarin (22/8)

Sebab, dia melanjutkan, di bagian selatan Kabupaten Malang terdapat lempeng Indo-Australia yang menyusut ke bawah lempeng Eurasia. Lempeng Eurasia berada di atas langsung Pulau Jawa. Sehingga dua lempeng tersebut dapat melakukan aktivitas subduksi. Yakni proses geologi wilayah kerak bumi yang memiliki dua lempeng tektonik.

Selain gempa yang berpusat di Malang, selama delapan bulan juga terdapat 14 gempa yang dirasakan di warga Malang. Selasa lalu (13/8) sekitar pukul 10.03, terjadi gempa bumi dengan magnitudo 4,9 SR. Lokasinya berpusat di 115 kilometer arah tenggara Kabupaten Malang dengan kedalaman 57 kilometer. Gempa tersebut terjadi akibat aktivitas subduksi. Tidak hanya di Kabupaten Malang, gempa itu juga dirasakan sampai Blitar, Jember, dan Lumajang.

“Dalam sebulan, rata-rata kami mencatat 500-600 kali kejadian gempa bumi. Ini seluruh yang kami catat. Mulai Jawa Timur, DI Yogyakarta, dan sebagian Jawa Tengah,” terang Mamuri.

Sedangkan, per hari bisa sampai sekitar 1-3 kali kejadian gempa bumi. Sementara itu, khusus gempa yang berpusat di Malang, per bulan ada sekitar 20-35 kejadian gempa.

Seperti diberitakan, gempa bumi tersebut tercatat melalui sensor. BMKG Stasiun Geofisika Kelas III Malang memiliki 24 titik sensor. Di Kabupaten Malang terdapat dua sensor. Yakni Malang Jawa Indonesia (MLJI) dan Gedangan Jawa Indonesia (GEJI). Kemudian yang terdekat yaitu Klakah Lumajang Jawa Indonesia (KLJI). Getaran tanah bisa dikatakan gempa, ketika tiga sensor yang saling berdekatan tersebut sama-sama mendeteksi gempa.

Untuk diketahui, wilayah Malang terancam terjadinya megathrust atau gempa bumi yang kekuatan besar. Tapi, Mamuri menyampaikan, waktu terjadinya gempa bumi sampai saat ini belum bisa diprediksi. Sebagai langkah antisipasi dan mitigasi, BMKG sudah menyiapkan sistem monitoring, prosesing, dan diseminasi informasi gempa bumi dan peringatan dini tsunami yang semakin cepat dan akurat.

Edukasi juga diberikan kepada masyarakat. Terutama terkait evakuasi mandiri. Sehingga ketika bencana terjadi, dia mengatakan, masyarakat sudah siap mengevakuasi diri dengan tenang tanpa kepanikan. “Jika harus evakuasi keluar rumah, masyarakat harus mengetahui di mana titik kumpul. Mereka juga sebaiknya menyiapkan tas siaga yang berisi makanan, obat-obatan, dan perlengkapan lainnya yang dirasa penting,” pungkasnya.(yun/dan)

Editor : Mahmudan
#Rawan #Kabupaten Malang #ancaman gempa #gempa malang